Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Festival Bubur Suro Tonggak Lestarikan Budaya di Krapyak Pekalongan Utara

Lutfi Hanafi • Rabu, 31 Juli 2024 | 02:53 WIB
Gunungan bubur suro diarak keliling kampung di Krapyak, sebelum dibagikan gratis kepada warga pada Senin malam (29/7/2024).
Gunungan bubur suro diarak keliling kampung di Krapyak, sebelum dibagikan gratis kepada warga pada Senin malam (29/7/2024).

RADARMAGELANG.ID, Pekalongan - Masyarakat Kelurahan Krapyak Pekalongan Utara, bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan berkomitmen merawat dan melestarikan tradisi warga. Kali ini, menggelar kembali Festival Bubur Suro 2024.

Festival tersebut digelar selama 3 hari, Sabtu – Senin malam (26-28/7/2024).

Pada tahun ini, lokasinya berpindah, namun masih di kelurahan yang sama.

Jika tahun-tahun sebelumnya di Jalan Jlamprang, kini dengan suasana yang lebih meriah digelar di Jalan Truntum.

"Festival Bubur Suro ini merupakan event kali keenam yang diadakan oleh masyarakat Krapyak bersama Pemkot Pekalongan. Bahkan kali ini jauh lebih meriah,” kata Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid yang hadir menutup festival, Senin malam (29/7/2024).

Photo
Photo

Festival Bubur Suro yang sudah berlangsung sejak 2018 ini merupakan tonggak kebangkitan tradisi di daerah Krapyak.

Event ini diperingati tiap tanggal 10 Muharram (Asyuro) penanggalan Hijriyah.

Acara tersebut sekaligus menjadi momentum untuk membangun tali silaturahmi dan mengembangkan potensi, kreativitas, dan budaya di daerah Krapyak.

Seperti tahun sebelumnya, pada festival ini diramaikan dengan berbagai kegiatan menarik seperti pertunjukan kesenian, hiburan musik keroncong, musik gamelan, musik hadroh, lomba menggambar, lomba peragaan busana, demo masak, hingga pameran 36 stan UMKM makanan dan minuman.

Wali kota mengaku bangga, pada tahun ini banyak sekali perkembangan dan kreativitas baru yang diciptakan masyarakat Krapyak.

Jumlah stan UMKM yang meramaikan semakin banyak dan laris manis dagangannya selama acara.

“Pemkot Pekalongan sangat mendukung event tahunan bulan Muharram ini. Terima kasih kepada segenap panitia dan warga Krapyak yang telah menjaga tradisi ini agar tetap eksis di tengah masyarakat,” tandasnya.

Bubur suro yang dibagikan kepada warga secara gratis ini, terbuat dari beras. Setelah direbus jadi bubur, diberikan tambahan berbagai bumbu, rempah, jinten, kacang hijau, santan, dan dihiasi dengan irisan mentimun, telur ayam, dan lainnya.

Bubur suro dimasak oleh para ibu secara bergotong royong.

Setelah bubur suro selesai dimasak, selanjutnya diletakkan dalam wadah takir dari daun pisang yang dibentuk seperti mangkuk.

Acara ini menyedot animo masyarakat Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Terutama saat acara penutupan festival tersebut, yang puncaknya dimeriahkan arak-arakan kirab gunungan dan pembagian 3.000 porsi Bubur Suro gratis yang dibagikan ke pengunjung. (han/ida/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#festival bubur #Krapyak #kota pekalongan #bubur suro #Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid