Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Bimbing Menulis Geguritan Siswa SMP di Pemalang, Dukung Pembelajaran Bahasa Sastra Jawa

Lis Retno Wibowo • Rabu, 24 Juli 2024 | 06:04 WIB
Bengkel kreatif bahasa daerah menulis geguritan diadakan di  SMPN 2 Pemalang selama dua hari 22-23  Juli 2024.
Bengkel kreatif bahasa daerah menulis geguritan diadakan di SMPN 2 Pemalang selama dua hari 22-23 Juli 2024.

RADARMAGELANG.ID, Pemalang - Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah kembali mengadakan Bengkel Kreatif Berbahasa Daerah Menulis Geguritan bagi siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pemalang.

Acara berlangsung dii aula SMP Negeri 2 Pemalang pada Senin—Selasa, 22—23 Juli 2024. Diikuti  50 siswa SMP di Kabupaten Pemalang.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Ismun Hadiyo, S.Pd.SD menyataman dukungannya dalam  program revitalisasi bahasa daerah yang dilaksanakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah.

Pelestarian bahasa daerah pada era sekarang sangat diperlukan karena generasi muda, khususnya siswa cenderung kurang tertarik menggunakan bahasa Jawa.


“Bahasa Jawa yang digunakan di daerah Pemalang berbeda-beda. Antara Pemalang barat, timur, dan tengah saja sudah berbeda. Oleh karena itu, kita kaya akan dialek bahasa Jawa, yang ini harus kita lestarikan,” ujar Ismun Hadiyo saat pembukaan Bengkel Kreatif.

Bimbingan menulis untuk siswa SMP di Kabupaten Pemalang ini diharapkan akan meningkatkan literasi di kalangan siswa SMP.


“Pada kesempatan ini siswa mendapatkan bimbingan menulis geguritan. Diharapkan literasi para siswa juga akan meningkat, sekaligus sebagai upaya pelestarian bahasa daerah,” jelasnya.


Sementara itu,  Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Dr. Syarifuddin, mengatakan  Bengkel Kreatif Berbahasa Daerah merupakan salah satu program Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah berkaitan dengan revitalisasi bahasa daerah (RBD).

Program RBD sebagai upaya pelindungan bahasa daerah menjadi salah satu program unggulan Badan Bahasa bersama Balai Bahasa, selain program literasi dan penginternasionalan bahasa Indonesia.


"Kegiatan Bengkel Kreatif Berbahasa Daerah ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran bahasa dan sastra Jawa di sekolah di Pemalang.

Para siswa harus terus didorong untuk mau menggunakan dan bangga berbahasa Jawa,” ujar Syarifuddin.


Syarifuddin menambahkan bahwa para siswa harus dapat lebih mengenal dan mencintai bahasa dan sastra daerah di daerahnya. Bahasa di dunia ini memiliki kedudukan yang sama.


“Oleh karena itu, kita tidak boleh malu menggunakan bahasa daerah kita. Berbahasa harus sesuai dengan konteks, di mana kita berada, kapan, dalam situasi apa, sarana yang formal atau nonformal, dan sebagainya,” tambahnya.


Ketua Panitia Bengkel Kreatif Berbahasa Daerah, Agus Sudono, mengatakan bahwa peserta kegiatan ini adalah perwakilan dari 46 SMP negeri dan swasta di Kabupaten Pemalang.

Mereka merupakan perwakilan siswa yang tergabung dalam organisasi sekolah. Seperti organisasi siswa intrasekolah (OSIS), palang merah remaja (PMR), Pramuka, kelompok ilmiah remaja (KIR), kelompok pencinta alam, dan kelompok aktivis keagamaan.

Adapun narasumber dalam kegiatan ini adalah Kusnadi, Siti Prihatin, dan Astu Sriyaningsih, praktisi dan pendidik di Pemalang, serta Duta Bahasa Jawa Tengah.


“Para narasumber membimbing para siswa SMP itu untuk mengenal geguritan, kemudian siswa praktik menulis, dilanjutkan narasumber membedah tulisan mereka.

Kegiatan yang diselenggarakan secara luring tersebut akan dilanjutkan dengan bimbingan secara daring sebanyak dua kali pertemuan, sampai para siswa itu dapat menghasilkan karya geguritan,” terang Agus. (lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#Kabupaten pemalang #syarifuddin #Dr Syarifuddin M Hum #Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah #Menulis Geguritan #Bengkel kreatif berbahasa daerah #revitalisasi bahasa daerah