21 Perusahaan dari Luar Daerah dan Luar Negeri Pindah ke Brebes, Investasi di Jateng Jadi Primadona, Didominasi Industri Padat Karya
Khafifah Arini Putri• Minggu, 23 Juni 2024 | 11:04 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari
RADARMAGELANG.ID, Semarang – Provinsi Jawa Tengah masih menjadi primadona para investor dalam menanamkan investasinya.
Buktinya sebanyak 21 perusahaan melakukan relokasi dan ekspansi ke Kabupaten Brebes.
Selain karena lokasi strategis, infrastrukturnya juga memadai.
Upah minimum provinsi (UMP) di Jawa Tengah juga masih rendah.
Sehingga menjadi pertimbangan investor untuk melakukan ekspansi.
“Investasi di Jawa Tengah ini primadona, di satu sisi banyak PMA (Penanaman Modal Asing) dan PMDN melakukan ekspansi mengembangkan usahanya di Jawa Tengah,” jelas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah Sakina Rosellasari, Sabtu (22/6/2024).
Ia menambahkan, untuk PMA, industri padat karya sampai saat ini masih mendominasi.
Kendati demikian juga sudah ada yang bergeser ke industri baterai dan padat modal.
“PMA sekarang masih di padat karya, yang alas kaki favoritnya luar biasa,” imbuhnya.
Lebih lanjut pihaknya menyebut sebanyak 21 perusahaan padat karya melakukan relokasi ke Kabupaten Brebes.
Tidak hanya berasal dari luar daerah, tapi juga dari luar negeri.
“Data baru-baru ini masuk ke Kabupaten Brebes 21 (perusahaan). Banyak sekali itu (di industri) alas kaki. Relokasi dan ekspansi dari Banten, Jawa Barat, dan beberapa dari negara seperti Vietnam, Bangladesh, dan lainnya,” tegasnya.
Selain lokasi yang strategis karena bersebelahan dengan Provinsi Jawa Barat.
Pemilihan Kabupaten Brebes ini juga didukung dengan infrastruktur seperti jalan tol dan juga masuk dalam Kawasan Peruntukan Industri (KPI).
“Mereka melihatnya lokasi strategis, berseberangan dengan Jawa Barat dan ada jalan tol. Brebes memang belum ada kawasan industri, tapi masuk KPI (Kawasan Peruntukan Industri),” tandasnya.
Diketahui target realisasi investasi di Jateng tahun 2024 sebanyak Rp 77,43 triliun.
Hingga triwulan pertama tahun 2024 baru mencapai Rp 15 triliun.
Dengan demikian, ekspansi perusahaan ini turut menyumbang peningkatan investasi di Jateng.
Pihaknya pun optimistis target investasi tersebut bisa tercapai.
Terlebih secara year on year (yoy) realisasi triwulan pertama tahun 2024 meningkat sebesar 19 persen dibanding triwulan pertama tahun 2023. (kap/aro)