Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Terjadi Kelangkaan, Pemkab Kendal Minta Tambahan 200.000 Tabung Epiji 3 Kg, Ini Penjelasan Sekda Kendal Sugiono

Devi Khofifatur Rizqi • Sabtu, 20 April 2024 | 22:07 WIB
Warga Kendal saat mengantre pembelian elpiji 3 kilogram di pangkalan beberapa waktu lalu.
Warga Kendal saat mengantre pembelian elpiji 3 kilogram di pangkalan beberapa waktu lalu.

RADARMAGELANG.ID, Kendal-Lebih dari satu bulan, kelangkaan elpiji 3 kg alias gas melon terjadi di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Karenanya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kendal mendesak PT Pertamina untuk menambah volume penyaluran gas melon.

Pemkab Kendal menyisir penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg di Kabupaten Kendal.

Ditemukan, banyak masyarakat panic buying dan menjamurnya pedagang musiman saat bulan Ramadan lalu.

Selain itu, saat hari libur tidak ada pasokan elpiji dari Pertamina ke agen dan pangkalan.

"Disinyalir saat ini ada rumah tangga yang menyimpan 2-3 tabung gas (melon). Karena mereka panik cari gas sulit (panic buying). Dan pas ada (stok) mereka simpan dulu," ungkap Sekda Kendal Sugiono usai Rakor Pengawasan Distribusi elpiji 3 kg di Kabupaten Kendal.

Sugiono menjelaskan, Pemkab Kendal telah mengajukan tambahan kuota penyaluran elpiji kepada PT Pertamina dalam waktu satu minggu ke depan.

Pihaknya juga sepakat dalam pengajuan ini dilakukan melalui surat langsung dari bupati.

Kemudian, pengajuan ini disesuaikan dengan kemampuan ketersediaan tabung gas di masing-masing agen, pangkalan, dan SPBE.

"Kami perbanyak dulu stok di masyarakat. Kalau minta (tambahan penyaluran) asal saja nanti tabung yang tersedia tidak memungkinkan. Perkiraannya, akan minta tambahan 200.000 tabung gas bisa disupplay dalam satu minggu ini," jelasnya.

Dikatakan, dalam satu bulan kebutuhan elpiji 3 kg di Kabupaten Kendal mencapai 800.000 tabung.

Karenanya, Pemkab meminta tambahan 200.000 tabung lagi agar kondisi kelangkaan gas melon teratasi.

"Kami juga menemukan ada pangkalan fiktif. Dan minta para kades untuk mengecek keberadaan tabung gas dan memastikan harga apakah sesuai dengan HET atau ada (indikasi) pengambilan keuntungan yang berlebih dari pengecer," terang Sugiono.

Sementara Sales Branch Manager PT Pertamina Wilayah Batang-Kendal Nur Fitriany menjelaskan, libur panjang Idul Fitri dan banyak tanggal merah turut menjadi penyebab kelangkaan gas melon di Kabupaten Kendal.

Termasuk permintaan elpiji 3 kg di wilayah ini sangat meningkat.

Meski begitu, pihaknya telah menambah pasokan sebanyak 7 persen atau 50.000 tabung gas di April ini.

Dia melihat, kondisi saat ini belum terbilang normal.

"Kalau ada permintaan dari Pemda akan kami evaluasi dan lakukan monitoring. Kalau pengiriman gak ada masalah, kami beroperasi seperti biasa. Dan kami berikan penambahan di hari libur. Mungkin demand-nya aja yang tinggi," jelasnya.

Nur Fitriany meminta dukungan Pemkab Kendal untuk komitmen dan mengawal penyaluran elpiji 3 kg ini agar tepat sasaran.

Pihaknya juga tengah melakukan pencatatan terkait siapa saja pengguna gas melon ini.

"Dua minggu ini kami lakukan penambahan. Dan juga cek ke pangkalan untuk memastikan di sana ada stoknya," 

Terkait tingginya harga gas melon, Nur Fitriany menyebut, hal itu terjadi di tingkat pengecer.

Karenanya, dia meminta agar Pemda turun tangan terkait pengawasan penyaluran dan elpiji 3 kg ini.

"Untuk sekarang ini mungkin yang menaikkan harga di pengecer. Karena di situ tidak diatur untuk HET. Ketika itu dimanfaatkan oleh pihak gak bertanggung jawab, maka Pemda terkait harus memonitor juga," tandasnya. (dev/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#agen #kelangkaan #lpg 3kg #pertamina #gas melon #harga melambung #spbe #Pemkab Kendal #pangkalan #elpiji 3kg