RADARMAGELANG.ID, Semarang –Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah memprediksi sebanyak 23 persen dari total pemudik yang masuk Jawa Tengah akan berkunjung ke tempat wisata.
Dari perkiraan 61,6 juta pemudik, 14 ribu di antaranya ditargetkan akan berwisata di Jawa Tengah.
Kepala Disporapar Jateng Agung Hariyadi mengatakan, pemudik yang berkunjung ke Jawa Tengah tidak hanya pulang ke kampung halaman.
Namun juga diprediksi akan melakukan kunjungan ke tempat wisata.
"Kami memprediksikan dari perkiraan pemudik di Jateng sebanyak 61 juta, kami mentargetkan 23 persennya mereka berkunjung di daya tarik wisata (DTW) kita," jelas Agung kepada Jawa Pos Radar Semarang, Sabtu (30/3/2024).
Menyambut libur lebaran kali ini, pihaknya telah melakukan beberapa persiapan.
Bekerja sama dengan Polda Jateng dan Pemerintah Kabupaten/Kota, Disporapar Jateng melaksanakan pemantauan dan risk assessment.
Dengan demikian, pengelola wisata diharapkan bisa memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung.
"Dari hasil pengawasan itu sebagian besar sudah memenuhi aspek keselamatan. Meski ada yang belum memenuhi, permintaan kita agar segera dipenuhi," katanya.
Menurutnya puncak kepadatan wisatawan akan terjadi pada 13 April 2024 atau H+4 lebaran. Di mana para pemudik sudah selesai bersilaturahmi dengan keluarga dan akan segera kembali bekerja.
"Kalau untuk kunjungan wisata itu paling tidak tanggal 13 April 2024 perkiraannya sekitar itu," ujarnya.
Pihaknya telah memetakan lokasi-lokasi wisata yang berpotensi memiliki kunjungan tinggi. Setidaknya ada 103 DTW.
Monitoring juga dilakukan, baik sebelum dan pasca lebaran.
Lebih lanjut, Agung merinci DTW tersebut.
Di antaranya Kabupaten Banjarnegara di Surya Yudha Park, Kabupaten Banyumas di Baturaden, Kabupaten Batang di Kawasan Sigandu dan Pantai Safari.
Kemudian Kabupaten Blora di Edu Park Cepu atau Wisata Tempuran, Kabupaten Boyolali potensi paling besar di kunjungi itu Tlatar dan Cepogo, Kabupaten Brebes di daerah Malahayu, Kabupaten Cilacap ada Pantai Cemara.
Lalu Kabupaten Demak Demak di Masjid Agung, Kabupaten Grobogan ada Wisata Alam Embun Bening, Kabupaten Jepara di Pantai Kartini, Kabupaten Karanganyar di Kemuning Lawu Park, Kabupaten Kebumen di Menganti, Kabupaten Kendal ada Pantai Indah Kemangi, Kabupaten Klaten di Umbul Ponggok dan Prambanan.
Selanjutnya Kabupaten Magelang di Borobudur, Kota Solo ada Masjid Sheikh Zayed dan Solo Zoo (Solo Safari), Kota Semarang di Kota Lama, Kabupaten Semarang ada Saloka, dan beberapa tempat wisata lain.
"Lokasi-lokasi wisata yang nanti akan banyak dikunjungi kita sudah petakan, ada sekitar 103 DTW di Jateng yang berpotensi tingkat kunjungannya tinggi," ungkapnya.
Melalui surat edaran dari Sekda Jateng yang telah disampaikan pada Pemerintah Kabupaten dan Kota.
Untuk menghindari kemacetan, kata dia, pengelola wisata diminta agar bekerja sama dengan warga sekitar dalam menyiapkan kantong-kantong parkir.
Sehingga tidak ada kendaraan yang parkir di bahu jalan dan mengganggu arus lalu lintas.
"Kepada pengelola usaha pariwisata agar mengantisipasi tingkat kemacetan atau krodit. Nanti ketika banyak pengunjung agar menyediakan lahan parkir tersendiri," tegasnya.
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang akan berwisata.
Ketika tempat wisata yang akan dikunjungi penuh, diharapkan mencari DTW lain yang searah.
Sehingga bisa memecah kepadatan.
"Ketika grafiknya tinggi masyarakat bisa merencanakan untuk melakukan kunjungan di tempat lain yang satu arah. Sehingga pastikan bahwa kunjungan wisata itu memberikan rasa nyaman, rasa gembira untuk meningkatkan jiwa," katanya. (kap/aro)
Editor : H. Arif Riyanto