Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Direndam Banjir Plus Rob Naik, Desa Loireng Sayung Demak Terisolasi, Ini yang Dilakukan Bupati Demak

Wahib Pribadi • Senin, 25 Maret 2024 | 03:41 WIB
Bupati Demak dr Eisti
Bupati Demak dr Eisti

RADARMAGELANG.ID, Demak --Naiknya air rob di wilayah pesisir Kecamatan Sayung cukup menyulitkan pembuangan air banjir di Desa Loireng, Kecamatan Sayung dan sekitarnya.

Hingga Minggu (24/3/2024), korban banjir akibat limpasnya Sungai Dombo di Desa Loireng masih terisolasi.

Satu-satunya jalan penghubung antara perkampungan dengan jalan raya Pantura Sayung terputus karena masih terendam banjir.

Kendaraan juga sulit mengakses jalan ke permukiman penduduk tersebut.

 Bupati Demak dr Eisti'anah mengungkapkan, pihaknya melalui bantuan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) maupun Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengerahkan pompa untuk menyedot air agar bisa dibuang ke sungai.

"Sayangnya memang, air banjir sulit dibuang karena naiknya air rob dan air di Sungai Dombo masih penuh. Kalau kita paksakan khawatirnya air kembali melimpas ke permukiman" katanya. Meski demikian, pelan-pelan tetap dilakukan pemompaan.

Menurut bupati, pihaknya telah mengirimkan tim untuk mensurvei lokasi sebagai upaya mengurangi dampak banjir di Desa Loireng.

Desa ini merupakan salah satu desa yang terletak di daerah cekungan sehingga air sulit mengalir ke laut.

Kondisi jalanan Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang masih kebanjiran karena air sulit dibuang ke Sungai Dombo yang masih penuh.
Kondisi jalanan Desa Loireng, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak yang masih kebanjiran karena air sulit dibuang ke Sungai Dombo yang masih penuh.

"Desa Loireng itu posisinya seperti Desa Kedungbanteng Karanganyar di mana airnya sulit dibuang lantaran berada di cekungan. Karena itu, yang bisa dilakukan adalah melalui upaya penyedotan dengan pompa. Untuk mesin mulai dioperasikan," katanya.

Posisi serupa terjadi di Desa Bonangrejo dan Desa Serangan, Kecamatan Bonang yang turut terdampak banjir dan air sulit dibuang.

Ini karena kondisi sungai di sekitar juga penuh dengan air.

"Di Desa Serangan misalnya kita berikan bantuan sembako sebagai bentuk perhatian karena air sulit dibuang sehingga butuh waktu," kata bupati.

Sementara itu, di sejumlah wilayah, banjir sudah mulai surut.

Warga juga mulai kembali ke rumah masing-masing. Mereka memilih kembali ke rumah setelah tanggul yang jebol di Sungai Wulan dan Bugel sudah ditangani.

Meskipun demikian, genangan banjir sebenarnya juga belum sepenuhnya surut.

Toha, salah seorang warga Desa Wonorejo, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak, Minggu (24/3/2024), mengaku memilih kembali ke rumah karena ingin membersihkan rumah pascatergenang banjir, meskipun akses menuju ke rumahnya masih tergenang.

Toha berharap setelah rumahnya dibersihkan dan banjir juga semakin surut, ia bisa langsung menempati rumah tanpa harus bersih-bersih lagi. (hib/ton/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Sayung #banjir demak #Bupati Demak dr Eistianah SE #banjir demak terkini #bbws #rob #terisolasi #bupati demak