RADARMAGELANG.ID, Semarang-Perang sarung yang melibatkan remaja makin sering terjadi di wilayah Kabupaten Semarang.
Kali ini total ada 15 remaja yang diamankan Polres Semarang dari dua lokasi berbeda.
Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra mengatakan, laporan dari masyarakat menjadi alasannya melakukan patroli mulai sore hingga pagi hari.
Pasalnya, para remaja melakukan aksinya setelah buka puasa.
"Betul, kami masih terus melakukan patroli. Cukup meresahkan masyarakat. Kemarin ada 15 remaja yang kami amankan. Dari wilayah Bandungan dan wilayah Ungaran. Mereka mengaku hendak melakukan perang sarung di dua lokasi tersebut,"ungkapnya.
Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Aditya Perdana menjelaskan, para remaja mendapat tantangan di media sosial dan ingin mencari musuh untuk perang sarung.
Untuk motifnya, mereka satu kelompok ada sekitar 10 orang dengan menggunakan sepeda motor berkumpul di belakang gedung DPRD Kabupaten Semarang.
Di lokasi tersebut mereka nongkrong untuk mencari musuh perang sarung.
Dari kejadian di Bandungan ini, Polsek Bandungan selain mengamankan lima unit kendaraan roda dua, juga mengamankan tiga buah sarung sebagai barang bukti.
Di mana satu sarung sudah dimodifikasi digulung dengan berisi batu, yang diduga untuk senjata perang sarung.
Sedangkan untuk yang diamankan oleh Polsek Ungaran, dua unit sepeda motor dan tiga buah sarung.
Namun untuk sarung belum dibentuk untuk senjata perang sarung.
"Setelah kami amankan para orang tua, pihak sekolah, dan kepala desa kami panggil ke Polsek Bandungan dan Ungaran. Tentu kami melakukan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak mengulangi kejadian tersebut lagi,"katanya. (ria/aro)
Editor : H. Arif Riyanto