Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

29 SMA dan SMK di Kabupaten Demak Masih Tergenang Banjir, Pembelajaran secara Daring, Ini Daftar Sekolahnya

Khafifah Arini Putri • Jumat, 22 Maret 2024 | 05:12 WIB
Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah
Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Jawa Tengah mencatat sebanyak 29 sekolah tingkat SMA/SMK serta SLB Negeri dan swasta di Demak terdampak banjir.
Pembelajaran pun dilakukan secara online. 
Adapun 29 sekolah yang masih kebanjiran, di antaranya SMAN 1 Karanganyar, SMAN 1 Mranggen, SMKN 1 Sayung, SMA Islamic Center, SMK Sultan Fattah, SMK Budi Luhur, SMKS Islam Al Madatsir, dan SMK Farmasi Tunas Harapan. 
Selanjutnya SMK Farmasi Teladan, SMK Muhammadiyah Sayung, SMK Sunan Kalijaga, SMK Muhammadiyah Latiharjo, SMK Pati Unus SMK Al Madina, SLBN Demak, MAN 2 Demak, SMA N 2 Demak, dan SMAN 1 Demak, dan SMKN 2 Demak. 
Lalu SMK Al Islam Karangtengah, SMK Pontren Darussalam Demak, SMK Perikanan Demak, SMK Al Mubarok Mijen, SMAN 1 Mejen, SMA Muhammadiyah Sayung, SMK Miftahul Ulum Bording School Demak, SMAN 1 Karangtengah, SMAN 1 Guntur, SMAN 1 Dempet, dan SMKN 1 Kalinyamatan.
"Jumlah SMA/SMK/SLB Negeri dan Swasta yang terdampak secara langsung, terkena banjir ada 29 sekolah dari 90 sekolah yang ada di Demak," jelas Kepala Disdikbud Jateng Uswatun Hasanah saat dikonfirmasi Jawa Pos Radar Semarang, Kamis (21/3/2024). 
Karena terkena banjir secara langsung. Fasilitas sekolah pun tidak bisa digunakan. Sehingga pembelajaran dialihkan melalui daring atau online. 
"Saat ini pembelajaran dilaksanakan secara daring dan penugasan, sampai kondisi normal lagi," imbuhnya. 
Diketahui banjir yang terjadi di Demak sejak pekan lalu hingga kini belum surut.
Penyebabnya karena cuaca ekstrem dan jebolnya sejumlah tanggul sungai yang tidak kuat menahan debit air.  
Uswatun menambahkan ketinggian banjir yang melanda masing-masing sekolah bervariasi.
Sekolah yang terdampak paling parah adalah SMAN 1 Karanganyar dengan ketinggian air mencapai 180 sentimeter. 
"Kondisi sekolah yg tergenang  banjir dengan ketinggian 20 sampai dengan 50 sentimeter. Ada yang ekstrem sampai 180 sentimeter di SMAN Karanganyar," tegasnya. 
Sedangkan sekolah lain walaupun tidak tergenang, aktivitas pembelajaran juga tetap dilakukan secara daring.
Karena banjir berdampak pada akses jalan menuju sekolah serta rumah guru dan siswa siswa.
Lebih lanjut, kata dia, ada sekolah yang tetap melalukan pembelajaran secara tatap muka. Yakni di Kecamatan Karangtengah dan Mranggen. 
"Jadi untuk sementara pembelajaran dilaksanakan secara daring kecuali sekolah yang berada di Kecamatan Mranggen dan Karangtengah," tandasnya. (kap/aro) 
 
 
Editor : H. Arif Riyanto
#banjir demak #banjir demak terkini #SMA dan SMK #dinas pendidikan #banjir bandang #demak