RADARMAGELANG.ID, Kendal -Hujan deras disertai angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Kendal, Rabu (13/3/2024).
Kali ini, sejumlah pohon tumbang dan beberapa titik tergenang luapan sungai.
Sedikitnya ada dua titik pohon tumbang pada Rabu (13/3/2024) pagi.
Itu berada di Jalan Raya Boja-Kaliwungu area Cagar Alam Darupono dan di Desa Kaliayu, Cepiring.
Pohon tumbang ini menutup jalan raya, sehingga harus segera dilakukan penanganan.
"Hari ini ada dua pohon tumbang. Lalu Selasa kemarin ada tujuh titik pohon tumbang," ungkap Kalakhar BPBD Kendal Ali Sutariyo kepada Jawa Pos Radar Semarang.
Adapun pohon yang tumbang di Darupono berjenis Pohon Jati diameter 120 sentimeter.
Pohon ini tumbang menimpa kabel PJU di Jalan Raya Boja-Kaliwungu.
Pohon tumbang menutup sebagian jalan, sehingga mengganggu pengendara.
Di Desa Kaliayu-Cepiring, pohon tumbang jenis sengon diameter 40 sentimeter menutup akses jalan desa.
Ranting pohon menimpa jaringan kabel listrik.
"Tidak ada korban jiwa pada peristiwa ini. Hanya saja aliran listrik sempat padam selama proses penanganan," jelas Ali.
Selain pohon tumbang, hujan deras disertai angin kencang di Kabupaten Kendal juga mengakibatkan Sungai Kendal meluap.
Akibatnya, beberapa titik di lima kelurahan wilayah Kecamatan Kota Kendal tergenang banjir.
Pantauan Jawa Pos Radar Semarang, di Kelurahan Trompo, luapan air sungai menggenangi Gang Adem Ayem setinggi 15 cm.
Lalu di Kelurahan Sijeruk ketinggian air di jalan antara 5 -10 cm.
Di Kelurahan Pegulon ketinggian air antara 5-10 cm.
Kelurahan Pekauman ketinggian genangan air antara 10-15 cm.
Sedangkan di Kelurahan Patukangan ketinggian genangan air 10-15 cm.
Selain itu, luapan air Sungai Kendal juga menggenangi jalan depan Masjid Agung Kendal.
Hal itu membuat pengendara harus berhati-hati.
"Jika potensi hujan tidak terlalu lebat masih bisa terkondisikan. Untuk di Kali Waridin, ada informasi klep tanggul meluber dan sedang dicek oleh PSDA," kata Ali Sutariyo.
Ali mengimbau, agar masyarakat Kendal tidak membuang sampah di sungai.
Itu supaya aliran air lancar dan tidak tersumbat.
Selain itu, diharapkan warga memangkas dahan pohon yang terlalu lebat.
"Pohon terlalu lebat ditambah angin kencang, itu bisa tumbang. Tapi Insya’Allah untuk kejadian tersebut sudah tertangani," ujarnya. (dev/aro)
Editor : H. Arif Riyanto