RADARMAGELANG.ID, Ambarawa—Sebuah kereta wisata milik Museum Ambarawa menabrak mobil minibus di perlintasan tanpa palang pintu di wilayah Kupang, Kecamatan Ambarawa, Minggu (10/3/2024).
Akibatnya, lima penumpang minibus mengalami luka-luka dan dilarikan ke RSUD Ambarawa.
Saksi mata Muh Sodikin, warga Kupang mengatakan, kereta wisata dengan nomor loko D 30124 itu melaju dari Stasiun Ambarawa menuju Stasiun Tuntang di Kabupaten Semarang sekitar pukul 14.38 WIB.
Loko kereta api membawa tiga rangkaian gerbong yang diisi penuh wisatawan.
"Kejadiannya di perlintasan tanpa palang pintu, tepatnya di -35+2 masuk wilayah Kupang, Ambarawa. Kereta wisata ini tertemper mobil minibus merek Daihatsu Grand Max warna putih tepat di atas rel," ungkapnya.
Mobil tersebut sebelum kejadian datang dari arah Bugisan menuju ke arah Pasar Projo Ambarawa.
Sesampainya di atas rel perlintasan mobil tertabrak kereta yang melintas.
Diketahui mobil berpenumpang lima orang itu merupakan satu keluarga.
Tidak hanya itu di dalam mobil juga berisi penuh muatan karung jagung dan bekatul.
"Lima korbannya sudah dibawa ke RSUD Ambarawa karena mengalami luka-luka. Tadi jalan juga sementara distop dulu, ditutup," imbuhnya.
Kelima korban yang dilarikan ke RSUD Ambarawa adalah Andi, 41, dan istrinya, Dwi Wardani, 41, yang mengalami luka di pelipis dan patah lengan kiri.
Kemudian, ketiga anaknya juga masih menjalani perawatan di RSUD Ambarawa.
Andi, pengemudi mobil mengungkapkan, saat hendak melewati perlintasan kereta api tanpa pintu itu, ia mengaku tidak melihat adanya tanda-tanda KA wisata akan melintas.
Dan tidak mendengar suara klakson dari kereta.
"Saya dari Pojoksari akan menuju ke wilayah Bugisan mau ke Pasar Projo. Sampai di lintasan rel saya tidak melihat adanya tanda-tanda KA wisata akan lewat. Biasanya, kalau mau lewat ada bunyi klakson, ini tidak dan perlintasan juga tidak ada yang jaga," katanya.
Karena itu, ia pun melajukan mobil minibus berwarna putih tersebut.
Namun tiba-tiba, kereta api wisata tersebut melintas dari sisi sebelah kiri dan menabrak mobilnya.
"Tidak ada klakson dari kereta wisata, tiba-tiba muncul dari sisi kiri dan menabrak mobil yang saya bawa ini. Sampai terseret sekitar 40 meter," katanya.
Manager Humas Daop 4 Semarang Franoto Wibowo menyebutkan, sebelum kejadian masinis sudah membunyikan klakson lokomotif berulangkali sebagai peringatan agar pengemudi berhenti dan tidak melintasi rel.
"Imbas kecelakaan ini ada kerusakan pada pengereman lokomotif," ungkapnya.
Selain itu, PT KAI juga membatalkan perjalanan kereta api wisata jadwal selanjutnya dan mengembalikan bea tiket 100 persen kepada pelanggan yang sudah membeli tiket kereta api wisata.
Pihaknya berkoordinasi dengan kepolisian setempat untuk melakukan pengamanan.
Pihaknya prihatin dan turut berempati terhadap korban akibat tertempernya kereta api wisata dengan mobil minibus.
PT KAI bersama instansi terkait akan terus melakukan sosialisasi sebagai upaya preventif pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang.
"Kami menegaskan kembali kepada masyarakat pengguna jalan sesuai UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas angkutan jalan, bahwa pengendara wajib mendahulukan perjalanan KA ketika akan melewati perlintasan sebidang" terangnya. (nun/aro)
Editor : H. Arif Riyanto