Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Banjir Bandang di Dusun Kragilan, Tengaran, Kabupaten Semarang Sebabkan Jalan dan Aliran Air Bersih Terputus, Seperti Ini Kondisinya

Nurfa'ik Nabhan • Rabu, 6 Maret 2024 | 20:49 WIB
Kondisi jalan menuju Desa Regunung dari Dusun Kragilan, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang terputus akibat tergerus banjir bandang
Kondisi jalan menuju Desa Regunung dari Dusun Kragilan, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang yang terputus akibat tergerus banjir bandang

RADARMAGELANG.ID, Ungaran- Jalan Dusun Kragilan, Desa Regunung, Kecamatan Tengaran putus akibat diterjang banjir bandang, Selasa (5/3/2024).

Akibatnya, dua mobil dan lima motor terjebak tidak bisa keluar karena jalan terputus.

Berdasarkan pantauan Jawa Pos Radar Semarang, Rabu (6/3/2024), saat ini di sekitar jalan yang terputus tengah dilakukan pembersihan.

Di lokasi juga terdapat dua rumah warga dan satu masjid tertutup lumpur.

Beberapa warga dengan dibantu personel Koramil 06/ Tengaran tengah melakukan pembersihan.

Berdasarkan keterangan warga, banjir kemarin setinggi satu meter dan lumpur setinggi betis orang dewasa.

Kadus Kragilan Jupri mengatakan, banjir bandang terjadi sekitar pukul 16.30 saat hujan lebat yang mengguyur wilayah Kecamatan Tengaran.

Kemudian luapan air sungai dari wilayah atas meluap dengan cepat dan mengakibatkan banjir bandang. 

"Kemarin posisinya terdapat empat orang di lokasi kejadian," ujarnya.

Banjir bandang tersebut banyak berdampak pada wilayah Dusun Kragilan, khususnya wilayah bagian bawah.

Di antaranya banjir menghancurkan pemasangan tanggul di pinggir sungai.

"Kemudian yang paling vital, banjir juga memutus jalur air bersih untuk air minum sekitar 229 KK sehingga mengakibatkan mati total," bebernya.

Selain itu, jalan penghubung menuju Desa Regunung terputus sepanjang 20 meter dengan lebar 4,5 meter dan kedalaman tujuh meter.

Dan jalan tersebut merupakan jalur pertanian dan peternakan.

"Dan di sini ada dua mobil dan lima motor yang terisolir tidak bisa lewat akibat jalan putus," jelasnya.

Lahan pertanian milik warga seluas empat hektare terendam dan tertutup lumpur.

Karena kebanyakan area pertanian berada di hilir sungai.

Salah satu warga yang terdampak, Ribut Waidi, mengatakan, tambak lele miliknya juga ikut terdampak.

Terdapat lima kolam lele dan setiap kolamnya berisi 15 ribu hingga 20 ribu ikan lele.

"Padahal sudah siap panen untuk ikan lele, namun ikut terbawa arus banjir bandang. Kira-kira kerugian sekitar Rp 100 juta lebih," tandasnya.

Banjir bandang kemarin ketinggiannya sekitar lima meter dari dasar sungai.

Dan di saat meluap ketinggiannya sekitar satu meter.

Ribut mengaku wilayah Dusun Kragilan sering terkena banjir.

Namun banjir bandang kali ini merupakan yang paling parah.

Bahkan dari sembilan tahun yang lalu, ini yang paling besar banjirnya. 

"Dan ini dari pagi pukul 08.00 WIB dari personel Koramil Tengaran yang dipimpin Peltu Sugiri dan masyarakat membantu untuk membersihkan lumpur di sekitar rumah warga dan masjid," katanya. (nun/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Tengaran #Kabupaten Semarang #Jaringan Air Bersih #Terisolir #jalan putus #banjir bandang