UNGARAN, Radar Semarang – Hati-hati saat mengisi bahan bakar jenis Pertalite di SPBU Q44.505.05 Randugunting, Kecamatan Bergas, Kabupaten Semarang ini.
Sebab, puluhan motor dan mobil mengalami macet dan mogok usai mengisi BBM di SPBU ini, Senin (4/3/2024).
Tercatat ada 17 sepeda motor dan satu mobil pikap yang mogok.
Diduga bahan bakar jenis Pertalite di SPBU ini tercampur air saat pengisian.
Salah satu warga Bawen, Rohmad, mengaku, kaget ketika motor miliknya tiba-tiba mogok setelah mengisi Pertalite.
Ia mengaku sebelum mengisi BBM, motor miliknya tidak terjadi apa-apa, dan dalam kondisi normal.
"Tiba-tiba saat keluar dari SPBU sampai Pasar Merakmati kendaraan saya tersendat-sendat hingga mogok," katanya.
Tidak hanya Rohmad.
Ternyata banyak motor yang mogok setelah melakukan pengisian bahan bakar jenis Pertalite di SPBU ini.
"Padahal saya mau berangkat kerja ke Salatiga dan keburu-buru takut telat, akhirnya tidak jadi kerja karena motor mogok," ucapnya.
Akhirnya para pengendara yang motornya mengalami mogok kembali ke SPBU Randugunting untuk meminta pertanggungjawaban.
Mereka juga meminta pihak SPBU untuk menservisnya agar kendaraan kembali normal dan tidak mogok kembali.
Atas kejadian tersebut, pihak SPBU Randugunting bertanggung jawab memperbaiki sepeda motor yang mengalami mogok.
Mereka memanggil montir bengkel untuk menguras bahan bakar yang tercampur air dan tambahan ganti rugi bagi pengendara yang tidak bisa masuk kerja.
"Kejadian tadi pagi sekitar pukul 07.30 saat isi BBM. Saat itu tidak terjadi apa-apa, kegiatan seperti biasa," kata Pengawas SPBU Q44.505.05 Randugunting, Faturokhim.
Dikatakan, terdapat 17 sepeda motor dan satu mobil pikap mengalami mogok akibat bahan bakar jenis Pertalite tercampur air.
Ia juga melihat banyak pengendara yang kembali ke SPBU dengan mendorong sepeda motor yang mogok.
"Setelah saya tanya karena apa? Ternyata kendaraannya mogok karena diduga saat mengisi bahan bakar jenis Pertalite tercampur air," jelasnya.
Pihak SPBU kemudian mengganti rugi bahan bakar dan memberikan kompensasi kepada konsumen yang tidak bisa berangkat bekerja. Juga bertanggung jawab dengan mendatangkan montir bengkel untuk memperbaiki sepeda motor yang mogok.
Faturokhim menyebutkan, kejadian tersebut diduga kebocoran pada pipa dari tangki pengisian Pertalite.
Sehingga bahan bakar Pertalite tercampur dengan air.
"Kami langsung menutup SPBU untuk sementara dan kami memanggil teknisi dari pusat untuk segera di perbaiki," katanya. (nun/aro)
Editor : H. Arif Riyanto