Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Panwas Pemilu Desa Domplang Kabupaten Semarang Gantung Diri, Ditemukan Anaknya Sepulang Mengaji

Nurfa'ik Nabhan • Selasa, 20 Februari 2024 | 21:33 WIB
Pihak kepolisian saat berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban ID, 32, warga Desa Domplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang
Pihak kepolisian saat berada di lokasi kejadian untuk mengevakuasi jenazah korban ID, 32, warga Desa Domplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang

RADARMAGELANG.ID, Ungaran – Bocah lima tahun itu berteriak histeris.

Matanya terbelalak melihat kejadian yang tidak biasa di depannya.

Sang ibu yang amat dicintainya, ia temukan tergantung di tangga menuju lantai dua rumahnya.

SP, inisial bocah itu pun langsung lari sambil berteriak menuju ke tempat ayahnya berjualan angkringan.

Lokasinya tak jauh dari rumahnya.

Dilapori anaknya, seketika sang ayah pun panik.

Ia langsung bergegas menuju rumahnya.

Sayang, nyawa sang istri sudah tak bisa tertolong.

ID, 32, inisial korban sudah menghembuskan nafas terakhir.

Jeratan selendang di leher membuat ID tak bisa bernafas.

Seketika, warga Desa Doplang, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang itu pun gempar.

Kejadian berawal, Senin (19/2) petang, SP, pulang mengaji di masjid tak jauh dari rumahnya.

Sampai di rumah, kondisinya sepi.

Ayahnya berjualan angkringan.

Di rumah, tinggal sang ibu, ID.

Begitu masuk rumah, SP terkejut melihat ibunya sudah gantung diri dengan selendang.

Kapolres Semarang AKBP Achmad Oka Mahendra melalui Kapolsek Bawen AKP Solekhan menjelaskan, setelah mengetahui kejadian tersebut, suami korban langsung melaporkan kepada Kadus Doplang dan diteruskan ke Polsek Bawen.

Pihak Polsek Bawen datang ke lokasi kejadian bersama Tim Inafis Polres Semarang dan pihak medis. 

Dari hasil pemeriksaan awal di tubuh korban mendapat kesimpulan awal bahwa korban meninggal murni bunuh diri.

Hal itu diperkuat oleh keterangan tenaga medis yang ikut melakukan pemeriksaan jenazah korban. 

"Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Tanda-tanda korban bunuh diri kami temukan semua di tubuh korban," jelasnya. 

Terkait penyebab korban melakukan tindakan bunuh diri, pihaknya masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi dan keluarga korban.

Berdasarkan keterangan suami dan ibu kandung korban ID merupakan pribadi yang tertutup.

Sebelumnya juga tidak ada hal-hal yang janggal.

"Kami juga meminta keterangan rekan korban, di mana korban sebagai petugas Panwas Pemilu di Desa Doplang. Selama menjadi Panwas, korban menjalankan tugasnya dengan baik dan tidak pernah bercerita atau mengeluh tentang sesuatu hal," terangnya. 

Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan.

Pihak keluarga keberatan dilakukan atopsi dengan menuliskan surat pernyataan. (nun/aro) 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#Kabupaten Semarang #gantung diri #Panwas Pemilu #bawen