RADARMAGELANG.ID, Pati—Harapan warga Pati, Jawa Tengah kembali memiliki jalur kereta api, agaknya harus lebih sabar lagi menunggu.
Meski dulu di Kota Mina Tani ini pernah dilewati jalur KA, namun untuk mengembalikan lagi butuh perencanaan yang matang.
Dulu sempat ada wacana program reaktivasi jalur kereta api yang melintasi Kabupaten Pati.
Namun kini semua wacana itu menguap.
Hingga tahun ini belum ada kejelasan progres program reaktivasi jalur kereta api tersebut.
“Kami tidak tahu. Saat saya tanyakan perkembangannya juga tidak ada jawaban yang jelas,” ungkap Kepala Bappeda Kabupaten Pati Muchtar.
Sebelumnya pada 2019 wacana reaktivasi jalur kereta dari Semarang hingga Pati dan Rembang ini telah masuk dalam pembahasan rute yang akan dilalui.
Saat ini jejak-jejak transportasi kereta api di Kabupaten Pati masih dapat dijumpai.
Namun sudah beralih fungsi. Seperti bekas Stasiun Puri menjadi toko-toko.
Bekas Stasiun Doropayung Juwana juga sudah dikepung pemukiman dan difungsikan menjadi garasi.
Rel kereta api sudah tertup dengan jalan-jalan aspal.
Diberitakan Jawa Pos Radar Kudus sebelumnya 2020 dijadwalkan studi, DED dan penentuan trase.
Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan izin analisis mengenai dampak lingkungan.
Direncanakan proyek fisiknya dilakukan tahun 2025.
Reaktivasi jalur kereta api sebelumnya sangat dinantikan masyarakat.
Sebab transportasi massal ini dinilai sangat penting kehadirannya.
Diharapkan adanya kereta api di wilayah Kabupaten Pati dapat memperkaya pilihan moda transportasi bagi masyarakat yang ingin bepergian ke luar kota.
Sebab selama ini masyarakat di Pati hanya mengandalkan transportasi bus, mobil travel maupun kendaraan pribadi untuk ke luar kota.
Kehadiran kereta api bisa mengurangi beban jalur Pantura yang sering mengalami macet parah.
“Seharusnya ada kereta api ini bagus, karena kereta api ini kan bebas macet dan tepat waktu. Jalur Pantura Pati sampai Semarang ini kan sering macet. Kita sih berharap reaktivasi jalur kereta api ini bisa terwujud,” ungkap Rika, 22, salah seorang warga Pati. (aua/aro)
Editor : H. Arif Riyanto