Tampak sejumlah karangan bunga ucapan duka cita berjajar di kanan-kiri jalan. Salah satunya dari Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura.
Di depan rumah Nikolaus di Jalan Eboni Perumahan Plamongan Indah RT 05 RW 06, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang, juga sudah terpasang tenda dan kursi bagi pelayat.
Jenazah ABK sendiri akan dimakamkan Sabtu (20/5) besok sekitar pukul 07.00 di Pemakaman Katolik Desa Jatiharjo, Purwodadi, Grobogan.
Direncanakan tadi malam pukul 20.00 dijadwalkan digelar misa pemberkatan. Namun baru sekitar pukul 20.40, jenazah korban sampai di rumah duka.
Jenazah dibawa dengan mobil ambulans Santa Maria. Jenazah ABK sudah dimasukkan dalam peti warna putih dengan gambar salip.
Salah satu tetangga korban, Purnawirawan Sunarso mengaku terkejut dengan kejadian ini. Ia tahu kabar meninggalnya ABK, Jumat pagi dari grup WhatsApp warga.
Termasuk dari pemberitaan. Namun Sunarso mengaku belum mengetahui secara persis terkait penyebab meninggalnya tetangganya tersebut.
"Pagi tadi (kemarin) warga sini bisik-bisik, putrinya Pak Nikolaus meninggal karena sakit di Elisabeth. Gitu aja, terus saya langsung berangkat kerja," ceritanya.
Dikatakan, sejak kecil korban ABK tinggal di rumah tersebut bersama orangtuanya. Korban anak bungsu dari dua bersaudara. Ia memiliki kakak laki-laki.
"Anaknya kecil pendiam. Saya juga kaget dengar kejadian ini. Kalau bapaknya pernah menjabat jaksa di Sleman, Jogja, terus di Papua. Sekarang beliau jadi PJ Gubernur Papua Pegunungan," katanya.
Di rumah duka tadi malam, tampak teman-teman korban di SMA Negeri 2 Semarang. Mereka tampak berduka kehilangan salah satu temannya.
Seperti diketahui ABK, 16, siswi SMA Negeri 2 Semarang meninggal tak wajar. Diduga korban meninggal akibat dicekoki minuman beralkohol di kos Venus, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik.
Sebab, aparat kepolisian menemukan botol miras di tempat kos tersebut. Belakangan diketahui, korban adalah putri Penjabat (PJ) Gubernur Papua Pegunungan Nikolaus Kondomo. (mha/aro) Editor : Agus AP