Kepala LPPM Untidar Dr Eny Boedi Orbawati: Ubah Tantangan Jadi Peluang

Magang Radar Magelang • Dipublikasikan Senin, 19 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar (Untidar) Dr Eny Boedi Orbawati. (PUTRI NASYWA KHAIRUNISA/JAWA POS RADAR MAGELANG)
Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar (Untidar) Dr Eny Boedi Orbawati. (PUTRI NASYWA KHAIRUNISA/JAWA POS RADAR MAGELANG)

RADARMAGELANG.ID, Magelang—Saat ini, Dr Dra Eny Boedi Orbawati  MSi menjabat Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Tidar (Untidar). Baginya, kepemimpinan perempuan dibuktikan lewat pengalaman dan kemampuan menggerakkan orang lain.

Perjalanan panjang dilewati Eny Boedi Orbawati sebagai seorang akademisi. Perempuan 59 tahun ini pernah menjadi dekan di perguruan tinggi swasta pada 2004–2008. Di luar kampus, Eny –sapaan akrabnya—pernah menjabat Ketua Panwaslu Kota Magelang pada 2008 dan Ketua KPU Kota Magelang pada 2008–2013. Setelah kembali mengajar, ia menjabat Sekretaris LPPM, dan sejak 2021 dipercaya sebagai Kepala LPPM Untidar.

Di luar jabatan formal, Eny dua periode memimpin Dewan Riset Daerah Kota Magelang, menjadi Ketua Tim Ahli Wali Kota Magelang, dan memimpin sebuah lembaga swadaya masyarakat. “Jadi saya sudah punya banyak pengalaman memimpin, bagi saya tidak ada masalah,” ujarnya kepada Jawa Pos Radar Magelang.

Menurut Eny, setiap pekerjaan pasti memiliki tantangan. Yang terpenting adalah cara menyikapinya. “Bagaimana mengubah tantangan itu menjadi peluang,” katanya.

Di LPPM, tantangan itu berupa tuntutan publikasi yang banyak dan penelitian yang berdampak. Eny dituntut memotivasi, menggerakkan, dan mengoordinasi sekitar 470 dosen agar tumbuh rasa suka meneliti dan mengabdi. Jumlah dosen yang besar itu, ia pandang sebagai peluang. Sehingga LPPM menyiapkan berbagai skema agar kegiatan dosen berdampak nyata bagi masyarakat.

Skema tersebut meliputi afirmasi, kompetitif, dan prototipe, serta penelitian kompetisi untuk kerja sama dalam dan luar negeri. Pendanaan tidak berhenti pada pencairan. Prosesnya melalui pendaftaran, seleksi, SK Rektor, pelaksanaan, monitoring, dan evaluasi dua tahap, hingga diseminasi hasil dalam bentuk pameran poster.

Gaya kepemimpinan yang mengajak juga tampak dalam harapan Eny kepada mahasiswa dan organisasi kemahasiswaan. Ia menyebut kolaborasi antara pemerintah daerah hingga desa, dunia usaha, dan kelompok masyarakat kini sangat dibutuhkan. “Kita bergerak dalam bidang keilmuan dan Ipteks. Jadi sains dan teknologi harus hadir memberikan solusi,” ujarnya.  Ia mencontohkan persoalan BUMDes dan pariwisata desa yang dapat dibantu lewat keilmuan.

Eny menegaskan, penelitian dan pengabdian dosen wajib melibatkan mahasiswa. Ia juga mengingatkan LPPM akan kembali membuka periode KKN pada Januari hingga Februari 2027. Kepada mahasiswa dan dosen yang ingin terlibat, Eny berpesan agar tidak ragu berkolaborasi. “Penelitian dan pengabdian kepada masyarakat itu sesuatu yang menyenangkan. Apalagi jika mahasiswa mempunyai ide dan bisa berkolaborasi dengan dosennya untuk menerapkannya,” tuturnya. (mg4/mg2/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
universitas tidar KPU kota magelang penelitian LPPM Untidar Pengabdian kepada masyarakat