Kisah Haru Rafael Bawa Foto Mendiang Ayah Saat Wisuda Untidar

Rofik Syarif Ghirinda Putra • Dipublikasikan Minggu, 18 Oktober 2026 | 20:03 WIB
Wisudawan Untidar Rafael Christiandinata memegang erat foto ayahnya didampingi ibunya, Eka Susilawati. (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)
Wisudawan Untidar Rafael Christiandinata memegang erat foto ayahnya didampingi ibunya, Eka Susilawati. (ROFIK SYARIF/ JAWAPOS RADAR MAGELANG)

 

Di antara 433 wisudawan Universitas Tidar (Untidar) periode ke-76, Sabtu (17/10) lalu, ada salah satu wisudawan yang selalu memeluk erat sebuah foto. Dialah  Rafael Christiandinata, 23, lulusan S1 Teknik Mesin. Ia membawa foto ayahnya ke panggung wisuda.

 

AYAHNYA, Agus Nugroho, 54, bekerja sebagai sopir pribadi di Jakarta. Ia berjanji datang saat putranya diwisuda. Tapi, janji itu tak pernah terwujud. Agus meninggal tepat saat Rafael hendak daftar wisuda ke-75 pada September lalu. “Bapak selalu bilang ke saya, ‘akan tuntaskan kamu sampai benar-benar diwisuda sebelum saya pensiun’," cerita wisudawan asal Cilangkap, Depok ini dengan mata berkaca-kaca.

Rafael masuk Untidar pada 2021 lewat jalur mandiri. Selama kuliah di Magelang, ia tinggal di rumah mbahnya di Japunan, Mertoyudan, Kabupaten Magelang. Ayahnya yang asli Magelang namun tinggal di Depok mati-matian bekerja untuk membiayai kuliahnya.  “Bapak bekerja keras untuk saya, hingga sebelum saya hampir wisuda, bapak terkena stroke yang cukup parah, sampai harus menjalani operasi,” katanya.

Ia bercerita, sang ayah berpesan agar dirinya segera menyelesaikan kuliah agar biaya bisa dituntaskan sebelum pensiun. “Tanggal 9 Juni lalu, saya sudah selesai sidang skripsi dan lulus. Saya langsung ngabarin bapak kalau sudah selesai,” kenangnya.

Saat itu, ayahnya mengaku senang dan berjanji akan datang saat wisuda. “Namun, pas saya mau daftar wisuda yang ke-75, dapat kabar kalau bapak sudah meninggal dunia di rumah sakit,” ucapnya menahan tangis.

Ia pun mengurungkan niat untuk daftar wisuda bulan September, dan langsung pulang ke Depok. “Saya pulang ngurusin pemakaman. Makanya tertunda daftar wisuda September, dan baru ikut wisuda bulan Oktober ini,” kata Rafael, satu-satunya anak laki-laki dan satu-satunya sarjana dari tiga bersaudara.

Saat wisuda Untidar periode ke-76, Sabtu (17/10/2026) lalu, foto sang ayah dibawa bukan sekadar kenang-kenangan. Tapi itu adalah janji untuk mengangkat derajat orang tua. "Bapak berpesan tolong teruskan biaya kehidupan keluarga. Kamu yang diharapkan bisa menaikkan derajat orang tua. Itu yang sangat aku pikirkan," ujarnya didampingi sang ibu, Eka Susilawati, 54.

Selama merantau, sang ayah selalu video call menanyakan kuliah, skripsi, bahkan sampai mengenalkan ke teman-temannya agar kelak mudah cari kerja. "Aku pengin Bapak hadir dan melihat dari atas sana bisa senang. Aku pengin bawa nama Bapak setinggi-tingginya karena selama ini mungkin dianggap rendah, orang biasa. Tapi bagiku beliau luar biasa," tegas Rafael ditemani ibu, bude, pakde, dan keponakan, saat wisuda.

Rektor Untidar Prof Sugiyarto menyebut wisuda kali ini diikuti 433 lulusan program sarjana dari lima fakultas dalam wisuda periode ke-76 yang berlangsung di Gedung Kuliah Umum (GKU) Untidar, Sabtu (17/10). Para lulusan tersebut berasal dari lima fakultas, yaitu Fakultas Ekonomi (FE), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Teknik (FT), Fakultas Pertanian (Faperta), serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol). Di antara para lulusan, Fatika Hayu Ariyani dari Program Studi Pendidikan Matematika berhasil menjadi wisudawan terbaik dengan IPK 3,99 dan melalui skripsinya berhasil memberikan dampak langsung ke masyarakat dengan mengembangkan sebuah aplikasi pembelajaran matematika untuk siswa SMP. (rfk/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
Foto Ayah wisuda wisudawan terbaik universitas tidar untidar