Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Komunitas Read Aloud Magelang : Ajak Orang Tua Budayakan Membaca Buku Nyaring untuk Anak

Magang Radar Magelang • Jumat, 10 Juli 2026 | 20:39 WIB
Komunitas Read Aloud Magelang saat mengadakan Piknik Literasi 2026. (Dok Komunitas Read Aloud)
Komunitas Read Aloud Magelang saat mengadakan Piknik Literasi 2026. (Dok Komunitas Read Aloud)

 

Komunitas Read Aloud Magelang tak henti menggaungkan gerakan membacakan buku dengan suara nyaring atau read aloud. Orang tua sebagai target utama penularan kebiasaan membaca. Orang tua yang gemar membaca akan menularkan hobi tersebut kepada anak-anaknya.

RADARMAGELANG.ID, Magelang - Sejak berdiri pada 29 Januari 2023, kini anggotanya berjumlah 60 orang, meningkat dari sekitar 20 orang pada awal terbentuknya.

Ketua Komunitas Read Aloud Magelang, Vera Prifatamasari, S. Fil., mengatakan komunitas ini digagas oleh empat orang yang memiliki kecintaan yang sama terhadap buku dan praktik read aloud untuk anak.

Vera sendiri baru bergabung sekitar satu hingga dua bulan setelah komunitas ini berdiri.

“Komunitas ini berdiri karena sama-sama punya kecintaan ke buku, dan punya praktik baik read aloud ke anak. Terus pingin punya circle atau membangun habit itu. Jadi pingin ngajak yang lain untuk membacakan buku buat anak,” ujarnya.

Menurut Vera, sasaran utama kegiatan komunitas bukan anak-anak, melainkan orang tua. Sebab, kebiasaan membaca pada anak dinilai perlu ditularkan lebih dulu oleh orang dewasa di rumah.

“Membacakan nyaring itu butuh sosok orang dewasa yang membacakan untuk anak. Jadi targetnya bukan ke anak-anaknya dulu, tapi ke orang tuanya, untuk menularkan habit membaca, supaya nantinya anaknya juga jadi senang membaca,” katanya.

Komunitas ini rutin menggelar kegiatan daring maupun luring. Kegiatan daring berupa webinar melalui Zoom dan sesi berbagi lewat grup WhatsApp.

Sementara kegiatan luring meliputi kopdar untuk internal anggota, peringatan hari jadi komunitas bernama Rameversary (Read Aloud Magelang Anniversary) yang digelar setiap Januari atau Februari. Kemudian agenda tahunan Piknik Literasi pada masa libur sekolah pertengahan tahun, serta program Go to School (GTS) berupa sosialisasi pentingnya literasi ke sekolah-sekolah.

Vera menyebut Rameversary dan Piknik Literasi sebagai program unggulan karena terbuka untuk masyarakat umum, tidak terbatas pada anggota, dan biasanya diikuti minimal 50 anak.

Ia menambahkan, yang membedakan komunitasnya dengan komunitas literasi lain di Magelang terletak pada metodenya.

Jika komunitas literasi pada umumnya berfokus pada silent reading atau membaca untuk diri sendiri, Read Aloud Magelang berfokus membacakan buku untuk orang lain, khususnya anak.

Lanjut dia, operasional komunitas selama ini mengandalkan sumbangan sukarela dari anggota tanpa iuran wajib.

“Kita enggak mau membebani. Enggak ada kewajiban administrasi seperti iuran bulanan. Jadi kalau pas kita ketemuan, kita cuma pasang kotak sumbangan seikhlasnya,” paparnya.

Selama ini pihaknya telah menjalin kerja sama dengan komunitas literasi lain, perpustakaan, taman baca, dan sejumlah sekolah melalui program GTS.

Salah satunya diundang oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) di Blondo untuk mengisi penyuluhan praktik membacakan nyaring bagi kader PKK dan guru.

Vera menyebut tantangan terbesar komunitas ini bersifat internal. Mengingat mayoritas anggotanya adalah ibu rumah tangga dengan kesibukan masing-masing. Sehingga penentuan jadwal kegiatan seperti kopdar kerap sulit disepakati bersama.

Pihaknya berharap dapat terus memperluas pengenalan istilah dan praktik read aloud ke masyarakat banyak.

Ia juga membuka kesempatan bagi yang ingin berhabung dengan komunitasnya. “Teruslah membaca, sampai kamu menemukan buku yang kamu suka,” pungkas Vera. (setia adiana/muhammad fairuzi afiq/lis).

 

Editor : Lis Retno Wibowo
#komunitas read aloud magelang #membaca nyaring #piknik literasi #kebiasaan membaca