RADARMAGELANG.ID, Mungkid--Setelah mengabdi 34 tahun untuk Pemerintah Kabupaten Magelang, Sekretaris Daerah (Sekda) Adi Waryanto, memasuki masa purna tugas per 1 April 2026. Mengisi waktu luangnya, Adi mengaku akan berkebun. Ayah dua anak ini tidak berkeinginan untuk terjun ke politik
“Saya itu sudah 34 tahun mengabdi untuk Kabupaten Magelang. Dan ingin menikmati waktu di rumah dengan berkebun, yang ringan-ringan saja,” ucapnya belum lama ini.
Karirnya di aparatur sipil negara (ASN) dimulai dari bawah, hingga mencapai posisi tertinggi sebagai sekda karena dedikasi dan kinerjanya. Ia menempati berbagai jabatan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD). Hal itu menjadi bekalnya yang sangat penting untuk duduk di kursi sekretaris daerah.
Ia mengawali karir pegawai negeri sipil (PNS) dengan menjadi staf di bagian kepegawaian, di bawah Sekretariat Daerah. Sembilan tahun kemudian pindah ke bagian organisasi selama dua setengah tahun.
Setelah itu, menempati posisi sekretaris Bappeda lima setengah tahun. Berlanjut menjadi kabag admin bangda. “Setelah itu ke inspektorat 4,5 tahun, kemudian di BPPKAD 2 tahun satu bulan, dan terakhir di Sekda Kabupaten Magelang sekitar 7 tahun,”imbuhnya.
Kunci penting yang selalu ia pegang dalam bekerja adalah mengabdi melaksanakan amanah dengan kerendahan hati, dengan hati-hati, dan sepenuh hati.
Integritasnya dalam mengembang jabatan tak diragukan lagi. Ketika menjabat sebagai sekda, ia tak memanfaatkan posisi itu untuk kepentingan pribadi maupun keluarga. Adi menceritakan anak sulungnya yang kini mengawali karir di ASN Pemkab Magelang, tidak sedikitpun atas campur tangannya. “Saya sudah bilang ke anak saya, ‘mas cari kerja sendiri ya, bapak enggak bisa mencarikan pekerjaan. Meskipun bapak ini sekda’. Alhamdulillah, anak saya paham. Lalu melamar kerja di Jakarta dan diterima,”ujarnya.
Setelah tiga tahun kerja di Jakarta, istrinya mendorong sang anak melamar CPNS. “Kebetulan dia masih kerja di Jakarta, sehingga dia mendaftar CPNS-nya di Jakarta. Dari seleksi semuanya di sana, SKD dan SKB Alhamdulillah ranking satu,” ujar Adi.
Waktu itu, kata Adi, sang anak mendaftar di formasi Dinas Kebudayaan di Kabupaten Magelang. “Ini kemurahan Allah. Bapaknya pensiun, anaknya balik Magelang. Jadi ada yang nemenin,”tandasnya.
Baca Juga: Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto dan Dua Kepala Dinas Memasuki Masa Pensiun
Sebagai sekda ada peluang untuk mempromosikan seseorang apalagi orang terdekat. Namun, dirinya tidak ingin memanfaatkan hal tersebut. Termasuk dengan istrinya yang kini sebagai ASN di Kelurahan Sawitan. Tak sedikitpun untuk mempromosikan sang istri untuk menempati jabatan tertentu.
Satu keluarga saling memahami dan mengerti. Sehingga tidak ada desakan untuk memanfaatkan jabatan demi kepentingan pribadi atau keluarga maupun kelompok lainnya.
“Sebenarnya banyak tetangga maupun teman-teman yang sudah pensiun dulu bilang, kenapa kok anaknya pertama itu harus kerja di Jakarta. Ya, saya jawab, biarkan dia mencari pengalaman sendiri dulu, dan tahu susahnya mencari kerja dan bekerja itu seperti apa. Apalagi, dunia kerja di Jakarta pasti atmosfernya berbeda,” ujarnya.
Kini masa pensiun selayaknya disambut dengan sikap positif dan sumeleh. (rfk/lis)
Editor : H. Arif Riyanto