RADARMAGELANG.ID, Magelang – Setiap berkunjung ke setiap kota, kurang afdol jika belum merasakan kulinernya. Di Kabupaten Magelang, terdapat kuliner legendaris yang berdiri sejak 1969. Soto Pojok Pak H Dul yang berlokasi di Jalan Pemuda no 9, Muntilan, Kabupaten Magelang.
Warung makanan yang menu utamanya menyajikan soto dan brongkos ini sudah berdiri sejak 55 tahun lalu dan tetap eksis hingga kini. Jawa Pos Radar Magelang menyambangi Soto Pojok Pak H Dul, Kamis (4/1/2024) siang.
Warung makan ini cukup strategis dengan jumlah meja makan yang banyak dan pilihan makanan beragam pula. Menyajikan berbagai olahan nusantara, yaitu soto, brongkos, rames, pecel, gudeg, opor ayam, dan ayam goreng.
Soto Pojok Pak H Dul awalnya berada di Pasar Muntilan, sejak tahun 2017 memutuskan pindah ke Jalan Pemuda no 9. Menunggu sekitar 5 menit, seporsi soto dan brongkos tersaji siap untuk disantap.
Soto ayam dengan kuah yang bening dan memiliki cita rasa yang gurih sedap. Brongkos yang disajikan dengan nasi putih hangat, bercita rasa manis dan sedikit pedas.
Tekstur empuk dari daging brongkos dan bumbu yang meresap menambah kelezatan makanan. Brongkos dan soto menjadi menu utama di Soto Pojok Pak H Dul, karena banyak digemari pelanggan.
Warung Soto Pojok Pak H Dul buka dari pukul 06.00-16.00. “Soto dan brongkos menjadi menu utama karena banyak digemari oleh pembeli,” ucap Rumini pemilik warung yang juga istri Pak Dul yang sudah meninggal.
Pada awal buka di Pasar Muntilan, pembeli dari Soto Pojok Pak H Dul kebanyakan orang-orang yang berbelanja di pasar. Pindah tempat yang lebih strategis, pembeli semakin bertambah, bahkan sering kedatangan pembeli dari luar kota.
“Disini banyak pelanggan tetap dan baru. Dulu waktu di pasar, pembeli banyak yang dari pasar. Sekarang banyak pembeli dari Jogja, Solo, Semarang, Klaten,” ujar Rumini.
Salah satu pembeli Ahmad pelanggan dari Semarang mengaku setiap bepergian ke luar kota menyempatkan mampir di Soto Pojok Pak H Dul. Ia bersama teman-temannya menikmati brongkos dan soto ayam.
“Saya kalau bepergian pasti mampir ke sini. Karena menunya tradisional. Saya juga penikmat makanan seperti soto dan brongkos,” ujar Ahmad
Menurut Ahmad, cita rasa makanan pas di lidah dan harganya terjangkau. “Harga di sini pas dikantong dengan rasa bumbu brongkosnya meresap ke daging. Rasa sotonya juga segar, gurih, dan rempah-rempahnya berasa,” ujarnya. (mg3/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo