Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Rivew Film Rangga & Cinta 2025 Hadirkan Nostalgia AADC Balutan Musikal Modern

Magang Radar Magelang • Selasa, 14 Oktober 2025 | 06:34 WIB

 

Rangga dan Cinta Kebangkitan Kembali Kisah Ikonik AADC
Rangga dan Cinta Kebangkitan Kembali Kisah Ikonik AADC

RADARMAGELANG.ID - Setelah dua dekade, Ada Apa Dengan Cinta? (AADC) yang dibintangi Nicholas Saputra dan Dian Sastrowardoyo kini kembali hadir dengan sentuhan baru yang lebih segar.

Film yang pernah menjadi ikon kebangkitan perfilman Indonesia di awal tahun 2000-an ini kini dihadirkan kembali melalui karya terbaru Miles Pictures berjudul “Rangga dan Cinta”.

Film yang dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 2 Oktober 2025 ini telah memicu antusiasme tinggi dari para penonton.

Terutama para penggemar setia Ada Apa Dengan Cinta? yang sudah menantikan kembalinya kisah ikonik Rangga dan Cinta dalam balutan musikal yang lebih modern dan emosional.

Film “Rangga dan Cinta” menceritakan pertemuan antara seorang siswi populer yang ceria dengan seorang siswa pendiam di sebuah SMA di Jakarta pada tahun 2001. Cerita berawal dari Cinta, siswi populer dan berprestasi yang ikut lomba puisi di sekolah. Tidak disangka, pemenangnya justru Rangga, siswa pendiam dan misterius. Dari situlah benih-benih perasaan tumbuh di antara keduanya, membawa penonton kembali pada nostalgia kisah cinta remaja yang hangat dan penuh makna.

Menariknya, film ini dibintangi oleh wajah-wajah baru. Mereka adalah El Putra Sarira berperan sebagai Rangga, Leya Princy sebagai Cinta, Jasmine Nadya sebagai Alya, Kyandra Sembel sebagai Maura, Katyana Mawira sebagai Milly, Daniella Tumiwa sebagai Karmen, Rafly Altama sebagai Mamet, dan Rafi Sudirman sebagai Borne.

Beberapa alasan yang membuat film Rangga dan Cinta ramai ditonton:

  1. Nostalgia yang Dibalut dengan Sentuhan Modern
    Film ini bukan sekedar mengulang kisah lama, namun menghidupkannya kembali dengan gaya sinematografi masa kini. Nuansa tahun 2000- an dipertahankan, namun dikemas dengan visual dan musik yang lebih segar, membuat penonton lama bernostalgia tanpa merasa usang, sekaligus menarik bagi generasi baru.

  2. Wajah-Wajah Baru yang Penuh Energi
    Kehadiran para aktor muda seperti El Putra Sarira dan Leya Princy memberikan napas segar pada karakter legendaris Rangga dan Cinta. Akting mereka terasa natural, menghadirkan interpretasi baru tanpa kehilangan esensi dari versi klasiknya.

  3. Konsep Musikal yang Menyentuh Emosi
    Keberanian Rangga dan Cinta mengusung genre musikal remaja membuatnya terasa segar dan berbeda. terutama lagu “Di Mana Malumu” yang kini diberi konteks baru. Meski ada beberapa momen yang belum sepenuhnya mulus, sentuhan musik yang emosional justru memberi warna unik dan membuat film ini tetap layak untuk ditonton.

  4. Chemistry Rangga dan Cinta terasa hidup di layar.
    Interaksi kikuk dan malu-malu Rangga dan Cinta terasa alami, menghadirkan nuansa remaja yang hangat. Celutukan para pemeran pendukung menambah tawa, menjadikan Rangga & Cinta tontonan ringan penuh nostalgia.

  5. Pesan Universal tentang Cinta dan Pertumbuhan Diri
    Di balik kisah romansa remaja, film ini juga menyimpan pesan mendalam tentang perbedaan, keberanian untuk mengenal diri sendiri, dan bagaimana cinta pertama dapat membentuk seseorang menjadi lebih dewasa.

Film Rangga dan Cinta bukan sekedar mengulang kisah lama, namun menghadirkan kembali hangatnya cinta remaja dengan sentuhan modern. Paduan nostalgia, musik, dan energi pemain muda membuat film ini layak ditonton oleh semua generasi. (mg6)

Editor : H. Arif Riyanto
#rangga aadc #Leya Princy #ada apa dengan cinta #aadc #Ada Apa Dengan Cinta Remake #Film Rangga dan Cinta #El Putra Sarira