RADARMAGELANG.ID - Menonton film bisa menjadi cara yang efektif untuk menyalurkan emosi. Ketika menonton film yang menyenangkan, kita cenderung ikut merasakan kebahagiaan.
Sebaliknya, ketika menonton film yang sedih, tidak jarang air mata mengalir deras karena cerita yang mengharukan.
Jika kamu sedang ingin menangis, menonton film sedih dari Jepang bisa menjadi pilihan yang tepat.
Selain menawarkan kisah-kisah yang menyentuh, film-film ini juga hadir dalam berbagai genre, mulai dari drama, romansa, psikologis, hingga potongan kehidupan atau slice of life.
Berikut ini adalah 3 rekomendasi film Jepang yang dijamin menguras air mata:
1. Drawing Closer (2024)
Drawing Closer merupakan film yang diadaptasi dari sebuah novel karya Aoi Morita yang berjudul asli Yomei Ichinen to Senkokusareta Boku ga, Yomei Hantoshi no Kimi to Deatta Hanashi atau disingkat menjadi Yome Boku. Film ini disutradarai oleh Takahiro Miki
Bercerita tentang Akito Hayasaka (Ren Nagase), seorang seniman muda berbakat yang bercita-cita untuk ikut dalam Pameran Nika.
Hidupnya berubah drastis saat dia didiagnosis memiliki tumor di jantungnya, memberinya hanya satu tahun untuk hidup.
Terpuruk dan hampir menyerah, Akito bertemu dengan Haruna Sakurai (Natsuki Deguchi), seorang gadis yang juga sedang menghadapi diagnosis serupa di atap rumah sakit.
Haruna, yang hanya memiliki waktu setengah tahun lagi, menjadi sumber inspirasi bagi Akito, meski dia memilih untuk tidak mengungkapkan penyakitnya pada Haruna.
Perasaan mereka tumbuh, dan kehadiran Haruna membangkitkan kembali semangat hidup Akito.
Film ini menggambarkan perjalanan mereka yang penuh emosi dalam menemukan makna hidup di tengah tantangan yang mereka hadapi.
2. The Last Ten Years (2022)
Film ini diadaptasi dari novel berjudul Yomei 10 Nen karya Ruka Kosaka, yang diterbitkan pada tahun 2007.
Sutradara film ini adalah Michihito Fujii, yang sebelumnya menyutradarai film The Brightest Roof in Universe (2020) dan Yakuza and The Family (2021).
Film The Last Ten Years mengisahkan seorang gadis bernama Matsuri Takabayashi (Nana Komatsu) yang menderita penyakit paru-paru langka.
Meski menghadapi kondisi yang serius, Matsuri tetap menunjukkan senyum hangat dan sikap positifnya. Dokter memprediksi bahwa hidupnya hanya akan bertahan selama 10 tahun.
Menyadari waktu hidupnya yang terbatas, Matsuri bertekad untuk tidak jatuh cinta.
Namun, di sebuah reuni sekolah, ia bertemu kembali dengan Kazuto Manabe (Kentaro Sakaguchi), teman lamanya.
Pertemuan ini tidak berakhir di reuni saja, karena mereka terus bertemu setelahnya.
Seiring waktu, hubungan mereka semakin dekat hingga Kazuto akhirnya menyatakan cintanya.
Sayangnya, cinta mereka harus berhadapan dengan kenyataan bahwa waktu Matsuri semakin singkat.
3. Even if This Love Disappears from the World Tonight (2022)
Film ini diadaptasi dari novel berjudul sama karya Ichijo Misaki, dan disutradarai oleh Miki Takahiro.
Cerita dimulai ketika Toru Kamiya (Shunsuke Michieda), seorang siswa, dipaksa untuk menyatakan perasaannya pada teman sekelasnya, Maori Hino (Riko Fukumoto), demi melindungi temannya dari ancaman para pengganggu di sekolah.
Toru sangat terkejut ketika Maori menerima ajakannya untuk berkencan, meskipun ia menetapkan satu syarat: mereka tidak boleh saling jatuh cinta.
Setelah menyetujui syarat tersebut, mereka mulai berkencan.
Namun, semakin lama Toru menghabiskan waktu bersama Maori, ia merasa semakin nyaman hingga akhirnya benar-benar jatuh cinta pada gadis itu.
Ketika Toru dengan jujur mengungkapkan perasaannya, Maori memberitahu bahwa ia menderita suatu kondisi yang membuatnya melupakan semua yang terjadi setiap hari setelah ia tertidur.
Mengetahui hal itu, Toru memutuskan untuk tetap di samping Maori dan berjanji akan membuatnya selalu bahagia.
Nah, itulah 3 rekomendasi film Jepang yang dijamin menguras air mata. (mg21/aro)
Editor : H. Arif Riyanto