RADARMAGELANG.ID, Lamongan— Kabar mengejutkan datang dari sosok polisi berhati mulia asal Lamongan, Jawa Timur, Ipda Purnomo. Melalui akun Instagram pribadinya (@purnomopolisibaik), pendiri yayasan kemanusiaan sekaligus pemilik kanal YouTube "Purnomo Belajar Baik" ini secara resmi mengumumkan akan menonaktifkan akun YouTube-nya mulai awal Oktober 2026.
Keputusan berat ini diambil Ipda Purnomo setelah dirinya didatangi oleh pihak misterius pada Senin, 28 September 2026, yang mempertanyakan serta menyelidiki keuntungan finansial dari media sosial yang dikelolanya.
Transparan Serahkan Buku Rekening
Bukannya gentar, anggota Satlantas Polres Lamongan yang kerap masuk nominasi Hoegeng Awards ini justru langsung menyodorkan buku rekeningnya agar diperiksa secara terperinci. Ia menegaskan tidak ada sepeser pun uang dari media sosial yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri.
Bukannya gentar, anggota Satlantas Polres Lamongan yang kerap masuk nominasi Hoegeng Awards ini justru langsung menyodorkan buku rekeningnya agar diperiksa secara terperinci. Ia menegaskan tidak ada sepeser pun uang dari media sosial yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri.
"Kalau seandainya masih ada untung, tak suruh ngambil. Tapi kalau dari hasil media sosial kurang untuk kegiatan bersedekah saya, mudah-mudahan pihak itu yang mau nanya-nanya, mau membantu dan mau nambahi uang untuk kegiatan sosial saya," ujar Ipda Purnomo dengan tegar dalam video unggahannya.
100% Pendapatan untuk ODGJ dan Anak Yatim
Selama hampir satu dekade, Ipda Purnomo bersama istrinya telah merawat ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan anak telantar di kediamannya. Seluruh pendapatan dari monetisasi YouTube "Purnomo Belajar Baik" murni dialokasikan untuk biaya pengobatan, makanan, dan perawatan para ODGJ. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk program "Amplop Senyum" yang dibagikan kepada kaum dhuafa dan anak yatim setiap hari Jumat.
Selama hampir satu dekade, Ipda Purnomo bersama istrinya telah merawat ratusan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan anak telantar di kediamannya. Seluruh pendapatan dari monetisasi YouTube "Purnomo Belajar Baik" murni dialokasikan untuk biaya pengobatan, makanan, dan perawatan para ODGJ. Selain itu, dana tersebut juga digunakan untuk program "Amplop Senyum" yang dibagikan kepada kaum dhuafa dan anak yatim setiap hari Jumat.
Meski kanal YouTube resminya ditutup, Ipda Purnomo memastikan bahwa misi kemanusiaannya tidak akan pernah padam. Ia berjanji akan tetap menyebarkan konten ajakan berbuat baik melalui video pendek di platform lain tanpa mengambil keuntungan finansial.
Gelombang Simpati dan Kecaman Warganet
Pengumuman ini langsung memicu reaksi keras di ruang digital. Kolom komentar media sosial Ipda Purnomo dibanjiri ribuan pesan dari warganet yang geram terhadap pihak-pihak yang dinilai tega mengusik aksi sosial seorang polisi jujur. Banyak warganet yang memberikan dukungan moral agar Ipda Purnomo dan tim tetap kuat dalam merawat warga marjinal yang selama ini terlantar. (aro)
Editor : H. Arif Riyanto Pengumuman ini langsung memicu reaksi keras di ruang digital. Kolom komentar media sosial Ipda Purnomo dibanjiri ribuan pesan dari warganet yang geram terhadap pihak-pihak yang dinilai tega mengusik aksi sosial seorang polisi jujur. Banyak warganet yang memberikan dukungan moral agar Ipda Purnomo dan tim tetap kuat dalam merawat warga marjinal yang selama ini terlantar. (aro)