Buka 5.004 Kursi Anak Keluarga Miskin, Ahmad Luthfi Dinobatkan Penggagas Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia

Lis Retno Wibowo • Dipublikasikan Sabtu, 26 September 2026 | 09:21 WIB

 

Noval Surya Saputra, siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang, salah satu siswa program kemitraan Pemprov Jateng dipeluk Gubernur Ahmad Luthfi dalam malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel  disaksikan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Jumat (25/9/2026).
Noval Surya Saputra, siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang, salah satu siswa program kemitraan Pemprov Jateng dipeluk Gubernur Ahmad Luthfi dalam malam Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel disaksikan Direktur Jawa Pos Radar Semarang Baehaqi, Jumat (25/9/2026).

 

RADARMAGELANG.ID, Semarang– Keterbatasan daya tampung sekolah negeri tak boleh menjadi penghalang bagi anak-anak keluarga kurang mampu untuk melanjutkan pendidikan. 

Melalui Program Sekolah Kemitraan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng 139 sekolah swasta dengan menyediakan 5.004 kursi pendidikan gratis yang dibiayai APBD. 

Atas terobosan tersebut, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dinobatkan sebagai Kepala Daerah Penggagas Program Sekolah Kemitraan Pertama di Indonesia oleh Jawa Pos Radar Semarang.

Penghargaan itu diterima langsung oleh Ahmad Luthfi dalam Malam Puncak Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2026 di Patra Semarang Hotel and Convention, Jumat (25/9/2026).

Program Sekolah Kemitraan menjadi salah satu upaya Pemprov Jateng memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. 

Baca Juga: Untidar Raih Penghargaan Perguruan Tinggi Penggerak Kewirausahaan dan Ekonomi Kreatif Mahasiswa 

Melalui skema tersebut, pemerintah menggandeng sekolah swasta untuk menampung siswa yang belum terakomodasi di sekolah negeri, dengan biaya pendidikan ditanggung melalui APBD Provinsi Jawa Tengah.

Saat ini, sebanyak 139 sekolah swasta terlibat dalam program tersebut, terdiri atas 56 SMA dan 83 SMK.

 Dari total kapasitas 5.004 kursi yang tersedia, sebanyak 3.676 siswa telah diterima pada tahun ajaran 2026/2027.

Kehadiran program ini menjadi penting di tengah kesenjangan antara daya tampung sekolah negeri dan jumlah lulusan SMP sederajat di Jawa Tengah.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SMA, SMK, dan SLB negeri di Jawa Tengah menyediakan sekitar 231.724 kursi. 

Sementara itu, jumlah lulusan SMP sederajat diperkirakan mencapai 567.500 siswa.

Artinya, kapasitas sekolah negeri hanya mampu menjangkau sekitar 40,83 persen dari jumlah lulusan tersebut.

Ahmad Luthfi mengatakan, penghargaan yang diterimanya bukanlah tujuan utama dari penyelenggaraan program. 

Menurut dia, apresiasi tersebut harus menjadi pemacu untuk terus melahirkan terobosan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Keberhasilan mendapatkan suatu piagam penghargaan bukan tujuan utama. Tetapi bagaimana penghargaan itu bisa memacu kita untuk membuat terobosan yang bermanfaat bagi masyarakat,” kata Luthfi.

Ia menjelaskan, Sekolah Kemitraan dirancang tidak sekadar memperluas kesempatan bersekolah, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pengentasan kemiskinan melalui pendidikan.

“Sekolah Kemitraan ini memang kita gagas dan mungkin baru satu-satunya di Indonesia, bagaimana kita mereduksi angka kemiskinan dari sekolah,” ujarnya.

Pemprov Jateng, lanjut Luthfi, akan memperluas cakupan program tersebut. Penguatan pendidikan vokasi juga menjadi perhatian, terutama dengan mendorong keterhubungan antara sekolah dan dunia usaha serta dunia industri.

“Akan kita tambah lagi. Di tempat kita itu banyak sekolah vokasi. Kita tempelkan di perusahaan. Supaya pendidikan bisa dinikmati masyarakat, bisa mengubah hidup mereka sehingga bisa sejahtera,” ujarnya.

Manfaat program tersebut dirasakan langsung oleh para siswa penerima.

Salah satunya Noval Surya Saputra, siswa SMA Laboratorium UPGRIS Semarang, yang mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan melalui Sekolah Kemitraan.

Noval menyampaikan terima kasih atas kesempatan yang diberikan melalui program tersebut. Suasana haru nampak menyelimuti malam itu, terlebih saat Gubernur Luthfi memeluk dan mencium kening siswa tersebut. 

“Saya mengucapkan terima kasih atas Program Kemitraan,” kata Noval dengan mata berkaca-kaca.

Dia diundang khusus oleh Radar Semarang dalam malam penganugerahan tersebut. 

Jauh sebelumnya, Ahmad Luthfi pernah dibuat terharu ketika dialog dengan Noval saat hari pertama masuk sekolah. Saat itu Ahmad Luthfi mengunjungi SMA Laboratorium UPGRIS Semarang. 

Bagi Pemprov Jateng, perluasan akses pendidikan melalui kemitraan dengan sekolah swasta diharapkan dapat membuka jalan bagi lebih banyak anak dari keluarga kurang mampu untuk mengenyam pendidikan menengah, meningkatkan keterampilan, dan meraih kesempatan hidup yang lebih baik.

Dalam malam penganugerahan tersebut, penghargaan juga diberikan kepada kepala daerah dari Kota Semarang, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Kota Magelang, Kabupaten Kendal, Kabupaten Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Wonosobo, dan Kabupaten Magelang.

Selain itu penghargaan diberiman kepada tokoh-tokoh inspiratif dari kalangan pengusaha, akademisi dan tokoh masyakarat. Ada 37 tokoh inspiratif yang menerima penghargaan.

Direktur Jawa Pos Radar Semarang, Baehaqi memaparkan penghargaan bukanlah  titik akhir. Sebab ada proses yang terus dijalani

 Dia mengingatkan setiap perjalanan selalu ada keberhasilan, kegagalan, dan sesuatu yang masih berproses. 

Malam anugerah tersebut bukan lah  hanya tentang penyerahan trofi tetapi ada cerita perjalanan yang menginspirasi.

Ia mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan dan berharap menjadi penyemangat untuk memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat.

Acara berlangsung semarak dengan penampilam Tari Warak Dugder dan New Malibu Band. (rls/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
sekolah kemitraan anugerah jawa pos radar semarang 2026 tokoh inspiratif Baehaqi Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi