Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Camalus jadi Senjata Petani Hortikultura Basmi Hama

Puput Puspitasari • Rabu, 8 Juli 2026 | 19:35 WIB
Bayer mengenalkan hasil tanaman dengan penggunaan insektisida Camalus kepada petani hortikultura Indonesia.
Bayer mengenalkan hasil tanaman dengan penggunaan insektisida Camalus kepada petani hortikultura Indonesia.

RADARMAGELANG.ID– Petani hortikultura Indonesia kini punya senjata baru untuk mengamankan panen mereka. Pasalnya, Bayer—perusahaan life science global yang bergerak di bidang kesehatan dan pertanian meluncurkan Camalus.

Camalus merupakan insektisida pertama yang mampu mengendalikan hama pengunyah dan pengisap pada tanaman hortikultura. Berdasarkan uji coba, penggunaannya terbukti membantu meningkatkan produktivitas lahan dengan potensi penyelamatan hasil panen dari serangan hama, serta menurunkan biaya produksi secara signifikan.

Inovasi ini membuat petani tidak perlu lagi mencampur berbagai insektisida untuk membasmi hama.

“Umumnya, petani hortikultura mencampur dua jenis insektisida berbeda untuk satu siklus tanam. Camalus dari Bayer menjawab kesenjangan kebutuhan yang selama ini belum terpenuhi dalam budidaya tanaman hortikultura,” terang Head of Field Solution Bayer South East Asia-Pakistan, Kukuh Ambar Waluyo, baru-baru ini.

Camalus memiliki banyak kelebihan dan punya cara kerja yang unik. Dengan kandungan dua bahan aktif dan sistem perekat, Camalus bisa mengendalikan resistensi hama. Dicontohkannya, hama ulat lebih cepat berhenti makan, sehingga mencegah dari kerusakan dauh yang lebih berat.

“Camalus ini berbahan aktif Tetraniliprole dan Spirotetramat dalam satu formulasi, sehingga insektisida inovatif ini mampu bergerak dua arah dalam jaringan tanaman, sehingga memberikan perlindungan menyeluruh baik di dalam dan luar daun, maupun batang dan buah, termasuk tunas baru,” jelasnya.

Agar Camalus mudah didapatkan para petani Indonesia, pihaknya memperluas distribusi ke 13 provinsi. Di antaranya, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan lainnya.

Saat ini, Camalus dipasarkan dengan kemasan co-pack 100 mili liter. (put/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#bayer #hortikultura #produktivitas #petani