RADARMAGELANG.ID, Jakarta — KH Muhammad Yusuf Chudlori atau Gus Yusuf mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama, khususnya para pengurus NU dan alumni pesantren, untuk bersama-sama mendukung Munas Alim Ulama dan Konferensi Besar NU di Ploso, serta Muktamar NU mendatang di Lirboyo.
Hal itu disampaikan pengasuh Pesantren API Tegalrejo itu, belum lama ini, di sela-sela pertemuan dengan 20 PCNU di Nganjuk, dan Probolinggo, yang mewakili wilayah Mataraman, dan Tapal Kuda, Jawa Timur.
Apalagi KH Nurul Huda Jazuli Ploso, menurut Gus Yusuf, secara gamblang juga mengusulkan Muktamar ke-35 NU agar diselenggarakan di Pesantren Lirboyo, Kediri.
Usulan tersebut harus disambut dengan gembira.
Ploso dan Lirboyo sama-sama pesantren besar, memiliki sanad keilmuan, sejarah perjuangan, dan jasa besar bagi NU.
“Ploso dan Lirboyo itu sama-sama pesantren besar. Sama-sama punya sanad keilmuan, sejarah perjuangan, dan jasa besar bagi NU.
Dengan energi kedua pesantren tersebut, dan doa para masyayikh, insyaallah NU akan semakin baik ke depan,” ujarnya.
Menurutnya dukungan terhadap Munas-Konbes di Ploso dan usulan KH Huda Jazuli agar Muktamar NU digelar di Lirboyo, bisa menjadi satu rangkaian semangat untuk mengembalikan forum-forum penting NU ke pesantren.
Terkait anggapan bahwa Munas-Konbes dan Muktamar tidak mungkin berlangsung di kota atau kabupaten yang sama, Gus Yusuf menilai pandangan tersebut tidak tepat. Ia mengingatkan, NU pernah memiliki pengalaman penting di Situbondo.
Pada 1983 dan 1984, Munas Alim Ulama, Konbes, hingga Muktamar NU pernah dilaksanakan di kabupaten yang sama, yaitu Situbondo.
Rangkaian forum itu bahkan tercatat sebagai salah satu momentum paling berhasil dalam sejarah NU karena mampu melahirkan keputusan besar terkait Pancasila dan Khittah NU.
“Sejarah NU memberi pelajaran. Situbondo pernah menjadi tempat Munas, Konbes, dan Muktamar.
Hasilnya bukan kegaduhan, tetapi keputusan besar yang sampai hari ini dikenang sebagai tonggak penting NU.
Jadi tidak tepat kalau dikatakan satu kabupaten otomatis tidak bisa menjadi ruang bagi forum-forum besar NU,” jelasnya.
Munas-Konbes di Ploso dan Muktamar di Lirboyo harus dilihat sebagai kehormatan bagi dunia pesantren.
Keduanya sama-sama dapat menjadi bagian penting dalam menjaga arah NU memasuki abad keduanya.
Saatnya warga NU memfokuskan energi pada agenda besar jam’iyyah, seperti transformasi pesantren, pendidikan, kesehatan, ekonomi umat, kaderisasi, dan tata kelola organisasi. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo