RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Menjelang arus mudik dan arus balik Lebaran 2026, Pemerintah Kabupaten Wonosobo menguatkan akses lalu lintas berbasis teknologi.
Sebanyak 35 kamera pengawas aktif memantau pergerakan kendaraan di berbagai titik strategis. Pantauan tersebut dapat diakses langsung oleh masyarakat.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Wonosobo, Khristiana Dhewi, menyatakan perluasan titik CCTV dilakukan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan saat arus mudik Lebaran dan Festival Mudik Idul Fitri 2026.
“Sekarang sudah ada 35 titik CCTV yang tersebar dan aktif. Portal CCTV live ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan wisatawan untuk memantau keramaian jalan,” ujarnya.
Tidak seluruh kamera tersebut merupakan aset pemerintah daerah. Sejumlah titik merupakan hasil kolaborasi dengan instansi kesehatan dan sektor swasta. Salah satunya integrasi kamera pengawas milik yang kini dapat diakses untuk mendukung layanan publik.
Masyarakat dapat memantau kondisi lalu lintas secara langsung melalui portal resmi pemerintah daerah.
Akses terbuka ini memungkinkan pemudik melihat kepadatan arus, mengantisipasi potensi kemacetan, serta menentukan jalur alternatif secara mandiri sebelum memasuki wilayah rawan padat.
Sementara itu, Kepala Disperkimhub, Agus Susanto, menambahkan instansinya juga mengoperasikan sistem traffic monitoring control (TMC) sebagai pusat kendali lalu lintas. Namun sistem tersebut belum dapat diakses publik secara langsung.
“Terkait traffic monitoring control memang belum bisa diakses langsung oleh masyarakat,” kata Agus.
Meski demikian, pembaruan kondisi lalu lintas dari ruang kendali TMC akan disampaikan secara berkala melalui akun Instagram resmi Disperkimhub pada jam-jam tertentu.
Sinergi dua perangkat daerah ini menandai pendekatan baru dalam pengelolaan arus mudik di daerah wisata seperti Wonosobo.
Pemerintah daerah tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas di lapangan, tetapi juga membangun sistem informasi yang memberi ruang bagi masyarakat untuk mengambil keputusan secara cepat dan mandiri.
Dengan integrasi lintas sektor dan pemanfaatan teknologi informasi, pemerintah berharap kepadatan dapat ditekan, waktu tempuh lebih terkendali.
Serta arus mudik dan arus balik berlangsung lebih tertib dan aman sepanjang Lebaran 2026. (git/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo