Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Parakan dan Kota Temanggung Penyumbang Sampah Terbesar TPA Sanggrahan

Devi Khofifatur Rizqi • Minggu, 8 Maret 2026 | 22:27 WIB

Kondisi TPA Sanggrahan di Kranggan, Temanggung, yang sebenarnya sudah melebihi dari daya tampung.
Kondisi TPA Sanggrahan di Kranggan, Temanggung, yang sebenarnya sudah melebihi dari daya tampung.

RADARMAGELANG.ID, Temanggung - Volume sampah dari wilayah perkotaan di Kabupaten Temanggung, menjadi penyumbang terbesar timbunan sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sanggrahan. 

Setiap hari, TPA tersebut menampung rata-rata 120 hingga 130 ton sampah dari seluruh wilayah kabupaten.

Kepala UPT TPA Sanggrahan DPRKPLH Temanggung, Teguh Tri Wibowo mengatakan sampah yang masuk ke TPA berasal dari 20 kecamatan di Kabupaten Temanggung. Seluruhnya telah terlayani sistem pengangkutan.

“Volume sampah terbesar biasanya berasal dari wilayah perkotaan seperti Temanggung dan Parakan,” ujarnya Minggu (8/3/2026) di TPA Sanggrahan.

TPA Sanggrahan saat ini, lanjut Teguh, menjadi satu-satunya tempat pembuangan akhir di Kabupaten Temanggung.

Kondisi tersebut membuat seluruh sampah dari berbagai wilayah akhirnya bermuara di lokasi tersebut.

Di sisi lain, volume sampah diperkirakan akan meningkat pada momen tertentu seperti menjelang dan setelah Hari Raya Idulfitri.

Pada periode tersebut, peningkatan sampah bisa mencapai sekitar 10 ton per hari dibandingkan hari biasa.

“Biasanya saat Lebaran ada peningkatan karena aktivitas masyarakat juga meningkat,” katanya.

Sementara itu, TPA Sanggrahan yang dibangun sejak tahun 2010 kini sebenarnya telah melewati masa pakai.

Terlebih, kapasitasnya juga sudah mengalami kelebihan beban (overload) akibat terus meningkatnya volume sampah yang masuk setiap hari.

Kendati demikian, pengelola TPA masih melakukan berbagai penataan. Agar lokasi tersebut tetap dapat digunakan untuk menampung sampah.

“Sekarang kami melakukan penataan agar TPA ini masih bisa bertahan menerima sampah setiap hari,” jelas Teguh.

Dalam upaya mengurangi timbunan sampah, pengelola TPA juga terbantu oleh keberadaan PPSNO (Paguyuban Pemilah Sampah Non-Organik).

Mereka berperan memilah sampah dan mengurangi plastik yang masuk ke area penimbunan.

Saat ini ada 88 anggota PPSNO. Meski rata-rata hanya 40 orang yang aktif bekerja setiap hari secara bergantian.

Teguh mengatakan, beberapa desa di Temanggung juga telah memiliki TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle).

Hal ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang dikirim ke TPA.

“Harapannya dengan adanya TPS 3R di desa-desa, sampah yang masuk ke TPA hanya residunya saja,” katanya.

TPA Sanggrahan memiliki luas 6,02 hektare. Lahan tersebut dinilai masih memungkinkan untuk pengembangan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST).

"Kalau jadi TPST kan pengelolaan sampah lebih modern," ujar Teguh.

Meski menampung ratusan ton sampah setiap hari, hingga kini kondisi TPA Sanggrahan masih relatif aman dan belum pernah mengalami kebakaran.

“Kami selalu mengingatkan agar menghindari potensi kebakaran karena jika terjadi kebakaran di TPA akan sangat sulit untuk dipadamkan,” tandas Teguh. (dev/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#DPRKPLH Kabupaten Temanggung #meningkat #lebaran #TPA Sanggrahan #Perkotaan #volume sampah