Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

BMKG Imbau Masyarakat Waspada terhadap Potensi Bencana di Puncak Musim Hujan

Magang Radar Magelang • Senin, 3 November 2025 | 22:53 WIB
Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, termasuk Jawa Tengah
Hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi di wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, termasuk Jawa Tengah

RADARMAGELANG.ID, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan dan siap siaga menghadapi potensi hujan sedang hingga lebat. Potensi ini diperkirakan dapat terjadi pada puncak musim hujan yang berlangsung dari November 2025 hingga Februari 2026.

Kondisi ini didukung oleh dinamika atmosfer aktif yang menyebabkan peningkatan risiko bencana hidrometeorologi layaknya banjir, angin kencang, dan tanah longsor.

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir, hujan berintensitas sedang hingga lebat terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia. Beberapa di antaranya seperti wilayah Jawa bagian barat dan tengah yang meliputi DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan sebagian besar wilayah Yogyakarta.

“Kondisi atmosfer saat ini termasuk sangat labil dan kaya akan uap air akibat aktifnya monsun Asia serta suhu muka laut yang hangat. Hujan lebat hingga sangat lebat dengan curah hujan 80-150 mm per hari telah terjadi di beberapa wilayah. Ini adalah sinyal kuat bahwa kita harus meningkatkan kesiapsiagaan,” kata Dwikorita di Jakarta, dikutip dari BMKG, Sabtu (1/11/2025).

Dwikorita juga menerangkan bahwa saat ini Indonesia sedang memasuki periode transisi menuju puncak musim hujan. Ia menghimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem seperti hujan lebat disertai angin kencang dan petir. Ini dapat terjadi di Indonesia, khususnya di wilayah selatan Indonesia yang mulai terpengaruh sistem siklon tropis dari Samudra Hindia.

Melansir dari BMKG, pada akhir Oktober 2025, sebanyak 43,8% wilayah Indonesia atau setara 306 Zona Musim (ZOM) telah memasuki zona hujan. Peralihan musim ini menyebabkan peningkatan potensi cuaca ekstrem seperti hujan lebat, angin kencang, dan ancaman siklon tropis dari arah selatan Indonesia.

Berdasarkan analisis BMKG, curah hujan tinggi hingga sangat tinggi berkisar di atas 150 mm per 10 hari berpotensi dapat terjad di beberapa wilayah. Beberapa di antaranya seperti Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Papua Tengah.

Selama periode 26 Oktober hingga 1 November 2025, BMKG mencatat 45 kejadian bencana alam akibat cuaca ekstrem yang didominasi hujan lebat dan angin kencang. Hal tersebut menyebabkan banjir, tanah longsor, dan kerusakan bangunan di berbagai daerah.

Bulan November 2025 ini, periode siklon tropis di wilayah Indonesia mulai aktif. Hal ini juga membuat BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi terbentuknya sistem tekanan rendah di sekitar Samudra Hindia. Kondisi tersebut dapat memicu hujan lebat dan angin kencang, serta gelombang tinggi terutama di pesisir Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.

BMKG juga memprediksi dalam sepekan ke depan, sebagian besar wilayah Indonesia akan mengalami kondisi cuaca berawan hingga hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai potensi peningkatan curah hujan dari sedang hingga sangat lebat.

Beberapa wilayah yang perlu waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat yaitu Aceh, Sumatera bagian selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, wilayah yang masuk kategori siaga terhadap potensi hujan lebat hingga sangat lebat yaitu Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, serta Papua, dan dalam beberapa hari ke depan berpotensi meluas hingga Maluku Utara dan sebagian wilayah Sulawesi.

Peningkatan potensi hujan ini juga didukung oleh beberapa fenomena atmosfer yang aktif secara bersamaan seperti aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby dan Kelvin, serta anomali suhu muka laut yang hangat di perairan Indonesia. Beberapa faktor ini menyebabkan peningkatan suplai uap air dan pembentukan awan hujan secara signifikan.

Terkait dengan ini, BMKG mengimbau masyarakat agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak. Masyarakat disarankan agar menjauhi area terbuka, pohon, dan bangunan rapuh ketika hujan lebat terjadi disertai petir dan angin kencang. Saat kondisi terik dengan suhu panas di siang hari, BMKG menyarankan agar masyarakat tetap menjaga asupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung kulit. (mg1)

Editor : H. Arif Riyanto
#prediksi cuaca #peralihan cuaca #Puncak musim hujan 2025 #Potensi Hujan Lebat Disertai Petir #bmkg #potensi bencana alam #BMKG awal musim hujan #waspada bencana alam #prediksi cuaca bmkg #BMKG 2025 #puncak musim hujan