Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Museum Louvre Prancis Dirampok, Delapan Perhiasan Raib dari Koleksi Bersejarah

Magang Radar Magelang • Selasa, 21 Oktober 2025 | 02:18 WIB
Museum Louvre Prancis Dirampok, Delapan Perhiasan Raib dari Koleksi Bersejarah
Museum Louvre Prancis Dirampok, Delapan Perhiasan Raib dari Koleksi Bersejarah

RADARMAGELANG.ID – Museum Louvre di Prancis ditutup sementara setelah komplotan pencuri berhasil membawa kabur delapan perhiasan bersejarah pada Minggu (19/10) pagi waktu setempat.

Peristiwa ini berlangsung sangat cepat, hanya dalam empat menit, namun meninggalkan dampak besar karena barang-barang yang dicuri merupakan koleksi bernilai sejarah tinggi.

Menteri Kebudayaan Prancis, Rachida Dati, menyebut para pencuri bertindak dengan profesional. “Sejujurnya, operasi ini berlangsung hampir empat menit, sangat cepat. Harus kami akui bahwa mereka profesional” dilansir Al Jzeera (20/10).

Pihak museum segera menutup area dan memulai investigasi setelah alarm berbunyi, sementara pengunjung yang sedang berada di galeri dievakuasi dengan tertib.

Delapan perhiasan yang dibawa kabur berasal dari dua kotak pajangan berkeamanan tinggi dan termasuk barang milik Permaisuri Marie-Louise, istri Napoleon I, serta Permaisuri Eugénie, istri Napoleon III.

Mahkota Permaisuri Eugénie, bertatahkan 1.354 berlian dan 56 zamrud, ditemukan di luar museum, diduga terjatuh saat pelaku melarikan diri, dilansir dari CNN Indonesia (20/10). Barang barang ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat tinggi.

Perampokan terjadi sekitar pukul 09.30 pagi, saat museum telah dibuka dan pengunjung mulai memenuhi lorong-lorong Louvre. Kawanan pencuri sejak awal disebut mengincar Galerie d’Apollon, aula berlapis emas dan dicat mewah yang dipesan oleh Raja Louis XIV untuk menyimpan permata mahkota Prancis.

Para pelaku memasuki museum menggunakan lift yang biasa dipakai untuk mengangkat perabotan, kemudian memotong kaca jendela dengan pemotong cakram.

Dua pelaku berpakaian seperti pekerja konstruksi dengan rompi kunung terlihat menaiki kerekan yang diikatkan ke fasad menghadap Sungai Seine sebelum memasuki galeri, sementara saksi mata menyebut seluruh operasi berlangsung hanya 30 detik.

Setelah berhasil mengambil delapan perhiasan dari dua kotak pajangan, para pencuri melarikan diri menggunakan sepeda motor yang telah disiapkan. 

Barang yang dicuri antara lain tiara, kalung, anting, dan bros dari abad ke-19, termasuk tiara dari set perhiasan Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense, kalung dari set perhiasan safir milik Ratu Marie-Amelie dan Ratu Hortense, anting tunggal dari set perhiasan safir, kalung zamrud dari set Marie-Louise, sepasang anting zamrud dari set Marie-Louise, bros yang dikenal sebagai bros "relikui", tiara Permaisuri Eugénie, dan bros besar lainnya dari Permaisuri Eugénie.

Hingga kini, para pencuri masih dalam tahap pencarian. Tim forensik telah meninjau rekaman CCTV dan mengumpulkan bukti di lokasi.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, mengecam perampokan ini sebagai “serangan terhadap warisan yang kita hargai”, dilansir dari CNN Indonesia (20/10).

Museum masih ditutup sementara untuk penyelidikan lebih lanjut, sementara pihak berwenang menegaskan bahwa benda bersejarah yang mudah dipindahkan tetap menjadi target utama kejahatan terorganisasi, meski berada di museum dengan pengamanan ketat. (mg10)

Editor : H. Arif Riyanto
#museum louvre #emmanuel macron #museum louvre paris #prancis