RADARMAGELANG.ID, Semarang – Pertamina Patra Niaga berkolaborasi dengan Bank Indonesia menciptakan inovasi baru yakni pembayaran digital melalui QRIS dalam sistem pembelian gas elpiji 3 kg. Program ini diawali dengan melakukan implementasi skala kecil untuk membuktikan kelayakan ide proyek atau disebut pilot project pertama di Kota Semarang yang telah diterapkan sejak Agustus 2025.
Program yang diinisiasi oleh Bank Indonesia kantor perwakilan Jawa Tengah (BI Jateng) dan Pertamina Patra Niaga ini dilaksanakan dalam rangka memperluas para pedagang (merchant) ke pangkalan LPG dengan inisiasi penerapan program sistem pembayaran digital yakni QRIS Society LPG Channel.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Taufik Kurniawan, menjelaskan bahwa tujuan diterapkannya sistem pembayaran digital gas elpiji 3 kg melalui QRIS untuk menjamin ketepatan transaksi masyarakat dan adanya kesesuaian harga gas dengan harga eceran tertinggi (HET) yaitu Rp18.000. Pembayaran digital melalui QRIS ini juga menjamin tidak ada pangkalan gas yang menjual gas di atas HET.
Taufik mengatakan bahwa dipilihnya QRIS sebagai metode pembayaran digital gas elpiji 3 kg ini karena ekosistemnya sudah luas dan mendukung metode pembayaran yang dapat digunakan di seluruh wilayah, termasuk daerah yang memiliki keterbatasan jaringan.
“Kami memilih QRIS karena ekosistemnya sudah luas dan mendukung metode pembayaran yang bisa digunakan di seluruh wilayah, termasuk daerah dengan keterbatasan jaringan,” kata Taufiq, dikutip dari Media Indonesia, Rabu (8/10/2025).
Ia juga menerangkan bahwa dengan sistem pembayaran digital melalui QRIS, pertamina akan memastikan masyarakat mendapatkan kemudahan transaksi, memastikan transparansi harga, dan mendukung distribusi elpiji bersubsidi agar tepat sasaran.
Terkait program ini, Bank Indonesia mendukung penuh dengan memberikan kebijakan Merchant Discount Rate (MDR) 0% untuk transaksi gas elpiji 3 kg agar pangkalan tidak dikenakan biaya administrasi.
“Melalui QRIS, transaksi di pangkalan dapat tercatat secara real time, membantu pengawasan dan memastikan masyarakat memperoleh LPG sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET),” kata perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, dikutip dari Media Indonesia, Rabu (8/10/2025).
Tahap awal pengujian sistem pembayaran digital dengan QRIS ini diikuti lebih dari 3.300 pangkalan gas elpiji di Kota Semarang dengan total rata-rata 87 ribu transaksi per hari.
Melansir dari detikJateng, salah satu pangkalan elpiji yang mengikuti uji coba sistem pembayaran digital dengan QRIS ini adalah pangkalan milik Budi Ningsih yang berlokasi di salah satu gang Kromoprawiro, Kelurahan Pekunden Tengah, Semarang.
Budi mengatakan bahwa banyak pelanggan sepuh (lanjut usia) yang masih kebingungan di awal dengan pembayaran digital QRIS ini. Lebih lanjut, ia menerangkan bahwa pelanggan sering menggunakan QRIS adalah anak-anak muda dan mengaku dengan adanya sistem pembayaran digital dengan QRIS ini sangat membantu karena uang dapat langsung masuk ke rekening tanpa repot menyiapkan kembalian.
Salah satu pelanggan yang membeli di pangkalan Budi, Maisya Feriani, merasa pembayaran digital dengan QRIS ini merupakan hal yang unik dan ia lebih sering menggunakan QRIS karena sangat praktis.
“Unik sih, baru pertama kali beli gas pakai QRIS. Biasanya beli pakai tunai, tapi lihat ada barcode QRIS jadi pakai QRIS aja karena praktis banget nggak perlu ke ATM dulu,” kata Maisya Feriani, dikutip dari detikJateng, Rabu (8/10/2025).
Program dengan tagline “Gas! QRISin Ajaa!” diresmikan pada Minggu, 17 Agustus 2025 melalui penandatanganan komitmen dalam rangka sinergi ekosistem pembayaran digital untuk pangkalan elpiji antara Bank Indonesia Jawa Tengah dengan Pertamina Patra Niaga Regional Bagian Jawa Tengah dalam acara seremoni puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) 2025 Jawa Tengah. (mg1)
Editor : H. Arif Riyanto