RADARMAGELANG.ID– Jika pelangi muncul saat hujan untuk menghiasi langit, maka pohon pelangi hadir menghiasi bumi.
Pohon pelangi memiliki nama ilmiah Eucalyptus Deglupta tersebar alami di Sulawesi (Indonesia) dan Mindanao (Filipina) ke arah timur (Papua Nugini).
Pohon pelangi hidup di seluruh daerah tropis yang lembab.
Pohon pelangi memiliki ciri khas indah berupa batang warna-warni menyerupai pelangi.
Warna alami yang muncul pada batang pohon seperti warna merah, pink. biru, hijau, kuning, ungu, orange, cokelat, dan warna-warna lainnya.
Pohon pelangi dapat tumbuh hingga 25 hingga 30 meter dengan akar yang terlihat kuat dan besar.
Setiap tahunnya, pohon ini dapat tumbuh 90 hingga 150 cm.
Hal ini menjadikannya sebagai salah satu pohon dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Pada kondisi ideal, pohon pelangi dapat hidup mencapai lebih dari 100 tahun.
Pohon ini biasa dimanfaatkan untuk produksi pulp pada bagian kayu dan kulitnya.
Kayunya cocok untuk konstruksi baik ringan maupun berat.
Misalnya, untuk lantai, furnitur, tiang, pembuatan kapal, papan partikel, moulding, hardboard, dan kayu lapis.
Kayunya yang berharga membuat orang-orang jarang memanfaatkannya sebagai arang atau kayu bakar.
Batang pohon yang berwarna-warni indah membuat pohon pelangi kerap dijadikan sebagai hiasan, reklamasi lahan, dan penanaman hutan dengan teknik pengayaan
Permukaan kulit kayu pelangi memiliki tekstur licin dan berserat dengan bentuk seperti papan catur.
Ciri khas daun mudanya berbentuk bulat telur hingga lanset dan berseberangan.
Sementara daun dewasa jarang berseling, tulang tengah jelas, tunggal, dan meruncing. Daunnya akan memunculkan bau harum ketika diremas.
Buah pohon pelangi berbentuk kapsul kecil dan tipis dengan 3 hingga 4 katup menonjol keluar yang membuat seperti kapsul dan bulat seperti cakram.
Buahnya yang matang akan berwarna coklat tua dengan 3 hingga 12 biji yang ada di tiap katup.
Pohon pelangi dapat ditemukan di ketinggian mencapai 1800 meter di atas permukaan air laut.
Suhu rata-rata pohon ini tumbuh berkisar antara 23 hingga 31 derajat celcius dan curah hujan tahunan berata-rata yakni 2.500 hingga 5.000mm.
Hal tersebut membuat pohon pelangi dapat hidup di hutan hujan dataran rendah dan pegunungan rendah dengan kondisi tropis lembab.
Pohon ini dapat hidup dan bertumbuh dengan baik di kondisi lingkungan yang terkena cahaya matahari penuh, tanah lempung aluvial berpasir dalam, terdrainase baik, dan kelembapan yang memadai. (mg1/aro)
Editor : H. Arif Riyanto