Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Ratusan ASN Baru Pemkab Wonosobo Digembleng Dua Hari, Kepala BKD Tri Antoro : Agar ASN Paham Tupoksi dan Mekanisme Organisasi Perangkat Daerah

Sigit Rahmanto • Kamis, 8 Mei 2025 | 20:12 WIB
Bupati Afif Nurhidat bersama jajaran pejabat Pemkab Wonosobo dan ASN yang mengikuti orientasi kerja di Tambi Tea Resort selama dua hari.
Bupati Afif Nurhidat bersama jajaran pejabat Pemkab Wonosobo dan ASN yang mengikuti orientasi kerja di Tambi Tea Resort selama dua hari.

RADARMAGELANG.ID, Wonosobo - Sebanyak 367 aparatur sipil negara (ASN) yang baru di lingkungan Pemkab Wonosobo mengikuti orientasi kerja selama dua hari (6-7/5).

Mereka digembleng agar bisa menyesuaikan diri dengan visi pemerintah. 

Peserta terdiri atas 306 orang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) dan 61 calon pegawai negeri sipil (CPNS).

Kegiatan yang dikemas semi-retret ini, untuk pembentukan karakter, penguatan pemahaman tugas, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan sejak dini.

Kepala BKD Kabupaten Wonosobo Tri Antoro.
Kepala BKD Kabupaten Wonosobo Tri Antoro.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Wonosobo, Tri Antoro, menjelaskan orientasi dirancang agar ASN baru tak hanya tahu tugas pokok dan fungsi (tupoksi), tapi juga paham struktur dan mekanisme organisasi perangkat daerah (OPD) secara menyeluruh.

“Konsepnya kami rancang agar para ASN, sebelum mulai bekerja, memahami dulu tugas dan perannya.

Termasuk mengenal betul organisasi pemerintahan yang akan mereka jalani,” ujarnya.

Baca Juga: Gerak Cepat, Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat Lantik Ratusan PPPK Formasi 2024

Meski sebagian besar peserta P3K telah lama mengabdi di Wonosobo, namun tidak semua kembali ke instansi asal.

Karena itu, orientasi jadi momentum penyesuaian dan pemantapan sikap kerja.

Kegiatan yang digelar dengan sistem menginap ini dibagi dalam berbagai sesi. Termasuk senam pagi dan pelatihan kedisiplinan ringan dari Kodim.

Namun Tri menegaskan, pendekatan ini bukan bergaya militeristik, melainkan untuk menumbuhkan semangat kolektif, nasionalisme, dan jejaring antarpeserta.

“Ini bukan model baris-berbaris seperti militer. Tapi lebih ke arah membangun semangat kebersamaan dan kedisiplinan yang menyenangkan,” tegasnya.

Tri juga mengungkapkan sekitar 20 peserta tidak mengikuti aktivitas fisik karena alasan kesehatan. Ada yang tengah hamil, baru pulih dari sakit, hingga kondisi khusus lainnya.

Ketika dipantau menurutnya, 20 orang tersebut memang tidak memungkinkan ikut kegiatan lapangan.

“Maka kami arahkan hanya yang benar-benar sehat saja yang terlibat,”tandasnya.

Orientasi juga dimanfaatkan untuk mengenalkan struktur organisasi pemerintahan.

Mulai dari perbedaan fungsi sekretariat, badan, dinas, hingga unit kecamatan dan kelurahan.

Hal ini penting agar para ASN memiliki wawasan luas dan tidak berpikir sektoral.

“ASN itu perekat kebangsaan. Kita hidup bukan hanya di Wonosobo, tapi juga bagian dari provinsi dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi ASN harus berpikir luas, tidak primordial,”imbuhnya.

Dengan bekal ini, ASN baru diharapkan siap bekerja sebagai pelayan publik yang tangguh, tanggap, dan paham perannya dalam membangun bangsa dari daerah. (git/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#orientasi kerja #Tri Antoro #p3k #calon pegawai negeri sipil (cpns) #asn #Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Wonosobo #opd