RADARMAGELANG.ID, Jakarta - Sebanyak 173 dosen aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengikuti musyawarah nasional (Munas) pertama Aliansi Dosen ASN Kemdiktisaintek (Adaksi), Jumat-Senin (2-5/5/2025) di Jakarta.
Empat di antaranya adalah dosen Universitas Tidar (Untidar) Magelang.Menteri Kemdiktisaintek Brian Yuliarto bakal hadir pada hari pertama.
Agenda Munas pertama ialah pembentukan pengurus, penyusunan AD/ART, dan rekomendasi terkait kebijakan pengembangan karier dan kesejahteraan dosen ASN Kemdiktisaintek.
Koordinator wilayah (korwil) Adaksi Jawa Tengah, Endo Perdana yang juga dosen Untidar menegaskan pentingnya organisasi ini.
“Adaksi, satu-satunya wadah bagi profesi dosen sebagai ASN Kemdiktisaintek. Berfungsi untuk melindungi hak-hak mereka dan menciptakan lingkungan kerja yang adil. Adaksi berposisi sebagai penyeimbang pengambil kebijakan,” papar Endo.
Peserta dari Untidar lainnya, Reza Noormansyah, menambahkan pentingnya Adaksi sebagai wujud kebersamaan.
“Kami percaya perubahan tidak bisa dilakukan sendirian. Solidaritas dan kesepahaman adalah kunci transformasi. Dosen ASN tidak perlu berjalan sendiri lagi,” ungkap Reza.
Tidak hanya berkaitan dengan permasalahan tunjangan kinerja (tukin), Adaksi bisa bergerak untuk tujuan yang lebih besar.
“Masih banyak permasalahan yang menerpa dosen yakni kejelasan sertifikasi, beban pekerjaan dan administrasi yang berlebih, dan peraturan lain yang memberatkan karir dosen.
Maka, pembahasan AD/ART penting agar Adaksi berlandaskan visi yang kuat, selain memperjuangkan tukin,” imbuh Ericka Darmawan, peserta lain dari Untidar.
Adaksi awalnya merupakan gerakan sporadis bernama Pejuang Tukin yang meminta pemerintah memberikan tukin bagi dosen ASN Kemdiktisaintek.
Berbagai aksi dilakukan oleh Pejuang Tukin seperti petisi, diskusi bersama, penyampaian opini di media massa, dan pengiriman karangan bunga ke kantor Kemdiktisaintek.
Seiring banyaknya atensi dan simpatisan, Pejuang Tukin berubah menjadi Adaksi, gerakan yang lebih terorganisasi dan terkoordinasi.
Puncaknya, Adaksi mengadakan unjuk rasa pada 3 Februari 2025 di Jakarta, dihadiri ratusan dosen ASN Kemdiktisaintek dari berbagai daerah. (rls/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo