Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Tiap Tahun Penggunaan Bahasa Daerah Terus Menurun, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Syarifuddin Anjurkan Bahasa Daerah Jadi Bahasa Ibu

Lis Retno Wibowo • Rabu, 5 Maret 2025 | 00:03 WIB
Dialog publik yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025) di kantor setempat.
Dialog publik yang diadakan Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah, Kamis (27/2/2025) di kantor setempat.

RADARMAGELANG.ID, Ungaran - Kepala Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Provinsi Jawa Tengah, Nugraheni Triastuti, menyatakan bahasa ibu merupakan bahasa yang pertama kali dikuasai oleh seseorang melalui interaksi, bukan hanya bahasa daerah.

Pelestarian bahasa daerah sebagai bahasa ibu sangat penting karena penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu semakin menurun akibat perkembangan zaman.

“Penggunaan bahasa daerah bergantung pada generasi yang menggunakannya. Bahasa daerah mengalami penurunan penggunaannya setiap tahun,” ungkap Nugraheni Triastuti saat menyampaikan paparan di Gedung Balairung Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah pada Kamis (27/2/2025) dalam acara dialog publik dengan tema “Bahasa Daerah Mendukung Pendidikan Bermutu untuk Semua”.

Menurut kajian Inovasi Ausaid tahun 2019, lanjut Nugraheni, Indonesia menjadi urutan kedua sebagai pengguna bahasa daerah terbanyak setelah Papua Nugini.

Namun, penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu di Indonesia masih tidak lebih banyak dibandingkan dengan penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu.

“Hal tersebut menyebabkan penurunan penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.  Sebagai contoh, penggunaan bahasa Indonesia di Kalimantan Utara lebih dominan sebagai bahasa ibu dibandingkan dengan bahasa daerahnya,” terangnya.  

Nugraheni menjelaskan setelah uji tes literasi dasar oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), penggunaan bahasa Indonesia sebagai bahasa ibu menghasilkan seseorang yang lulus dengan memuaskan dalam literasi akademik dibandingkan dengan penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.

Hal tersebut menyebabkan penggunaan bahasa ibu berupa bahasa Indonesia semakin marak digunakan.

“Namun, penggunaan bahasa daerah harus terus dilestarikan karena bahasa daerah bisa menjadi identitas seseorang. Tindakan yang dapat dilakukan dalam mempertahankan bahasa daerah sebagai bahasa ibu adalah dengan pengajaran kepada anak-anak,” jelasnya.

Menurut Nugraheni, anak-anak yang menggunakan bahasa daerah akan lebih mudah memahami pembelajaran dan lebih percaya diri dalam menyampaikan sesuatu tentang daerahnya. Mereka dapat menunjukkan nilai budaya melalui bahasa daerah.

Sementara itu, Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Dr. Syarifuddin, M.Hum

mengatakan bahasa ibu tidak selalu bahasa daerah. Dia juga mengungkapkan bahwa bahasa di seluruh dunia merupakan bahasa ibu.

“Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah sebagai lembaga yang melaksanakan pelindungan bahasa daerah tidak melarang penggunaan bahasa lain sebagai bahasa ibu,” ujar Syarifuddin.

Syarifuddin menambahkan bahwa Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah memiliki misi mempertahankan bahasa daerah sebagai identitas yang harus dilestarikan.

Oleh karena itu, pihaknya menganjurkan penggunaan bahasa daerah sebagai bahasa ibu.

“Jadi, boleh menggunakan bahasa lain, tetapi bahasa daerah menjadi identitas yang harus dipertahankan dan digunakan.

Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah juga melakukan upaya peningkatan kualitas penggunaan bahasa untuk kecintaan dan kedisiplinan penggunaan bahasa. 

Salah satunya adalah mempertahankan bahasa daerah sebagai bahasa ibu,” tuturnya. 

Kegiatan yang diikuti 120 peserta dari siswa SD dan SMP, guru, mahasiswa, duta bahasa, dosen, peneliti, praktisi, dan pakar bahasa dan sastra ini dalam rangka peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional 2025. (rls/lis)

 

.

Editor : Lis Retno Wibowo
#Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah #Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah #Nugraheni Triastuti #bahasa ibu #bahasa daerah