Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

Profil Agus Andrianto, Menteri Asal Blora yang Mencopot Seluruh Pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta

H. Arif Riyanto • Selasa, 4 Februari 2025 | 20:10 WIB
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mencopot seluruh pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.
Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mencopot seluruh pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

RADARMAGELANG.ID—Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto mencopot seluruh pejabat Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Bandara Soekarno-Hatta.

Mereka  diberhentikan akibat dugaan pemerasan atau pungutan liar (pungli) terhadap warga negara China.

Para pejabat tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan internal.

Dari informasi yang diperoleh , salah satu pejabat yang kena mutasi itu adalah Kepala Bidang Intelijen dan Penindakan Keimigrasian (Inteldakim) Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno Hatta, Arfa Yudha Indriawan.  

Melalui surat perintah Nomor W.10-KP.04.01-4149 tahun 2024 yang ditandatangani Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham DKI Jakarta, R. Andika Dwi Prasetya tertanggal 29 Oktober 2024, Arfa dibebastugaskan  dan kini sedang dibina di Kanwil DKI Jakarta.   

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto memastikan, mantan anak buahnya itu akan menerima sanksi yang sesuai dengan tingkat pelanggaran yang dilakukan.

"Saat ini mereka sedang dalam proses pemeriksaan internal. Mereka akan kita hukum sesuai kadar pertanggungjawaban," ujar Agus.

Keputusan mencopot semua pejabat imigrasi Bandara Soetta tersebut diambil setelah Kementerian Imigrasi mendapat laporan berupa data-data terkait dugaan tindak pidana dimaksud.

"Kami terima kasih atas informasi tersebut. Langsung kami tarik semua yang ada di data dari penugasan di Soetta, kami ganti," katanya.

Dalam surat yang dikeluarkan pada 21 Januari 2025, Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok atau Kedubes China menyatakan telah menjalin kontak dan koordinasi erat dengan Kantor Imigrasi Bandara Internasional Jakarta dan memecahkan setidaknya 44 kasus pemerasan, dengan jumlah total sekitar Rp32.750.000 yang dikembalikan kepada lebih dari 60 warga negara China.

Kasus dugaan pemerasan yang dilaporkan terjadi dalam kurun waktu Februari 2024 hingga Januari 2025.

"Ini hanyalah puncak gunung es karena lebih banyak warga negara Tiongkok yang diperas tidak mengajukan pengaduan karena jadwal yang ketat atau takut akan pembalasan saat masuk di masa mendatang," tulis mereka.

Kedubes China berharap agar tanda-tanda yang bertuliskan 'Dilarang memberi tip', 'Silakan lapor jika terjadi pemerasan' dalam bahasa Mandarin, Indonesia, dan Inggris dapat dipasang di tempat pemeriksaan imigrasi (TPI). Perintah larangan memberi tip juga dapat dikeluarkan kepada agen-agen perjalanan China sehingga mereka tidak akan menyarankan wisatawan untuk menyuap petugas imigrasi.

Siapa Agus Andrianto?

Agus Andrianto adalah mantan Wakapolri berpangkar Komjen Pol.

 Agus Andrianto lahir pada 16 Februari 1967 di Blora, Jawa Tengah.

Ia mengawali karier kepolisian-nya dengan menempuh pendidikan di Akademi Kepolisian (Akpol) dan lulus pada tahun 1989.

Setelah lulus dari Akpol, Agus terus memperkaya keilmuan-nya di bidang kepolisian dengan mengikuti berbagai pelatihan dan pendidikan lanjutan, termasuk di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) dan berbagai kursus di dalam dan luar negeri.

Agus juga tercatat pernah menempuh pendidikan sebagai Mahasiswa S2 Ilmu Hukum di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Setelah menyelesaikan pendidikan di Akpol, Agus memulai kariernya di Kepolisian Republik Indonesia sebagai Pampta Polres Dairi di tahun 1989.

Salah satu tonggak penting dalam kariernya adalah ketika ia diangkat sebagai Kapolda Sumatera Utara pada tahun 2018. Dalam posisi ini, Agus berhasil menangani sejumlah kasus besar, termasuk upaya untuk memberantas peredaran narkotika di wilayah Sumatera Utara yang dikenal sebagai salah satu daerah rawan peredaran narkoba di Indonesia.

Prestasinya yang gemilang di Sumatera Utara membuatnya dipercaya untuk menduduki berbagai jabatan strategis di Mabes Polri.

Sebelum menjabat sebagai Kabareskrim, Agus juga pernah menjabat sebagai Kepala Divisi Humas Polri dan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri.

Dalam peran Kabaharkam, Agus bertanggung jawab atas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, termasuk dalam situasi krisis seperti pandemi COVID-19.

Agus Andrianto diangkat sebagai Kepala Bareskrim Polri pada Februari 2021.

Dalam peran ini, ia memimpin satuan yang bertanggung jawab atas penyelidikan dan penyidikan berbagai kasus besar di Indonesia, termasuk kasus-kasus korupsi, terorisme, dan tindak pidana lainnya.

Salah satu tantangan besar yang dihadapi Agus selama menjabat sebagai Kabareskrim adalah penanganan kasus-kasus korupsi kelas kakap yang melibatkan pejabat tinggi negara dan pengusaha besar.

Agus dikenal sebagai sosok yang tegas, profesional, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Di bawah kepemimpinannya, Bareskrim Polri terus berupaya meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam penegakan hukum, dengan tetap mengedepankan prinsip keadilan dan perlindungan terhadap hak asasi manusia.


Penghargaan dan Prestasi

Selama kariernya di kepolisian, Komjen Pol Agus Andrianto telah menerima berbagai penghargaan atas prestasinya, baik dari pemerintah Indonesia maupun dari berbagai lembaga internasional.

Beberapa penghargaan yang pernah diterimanya antara lain Satya Lencana Pengabdian, Satya Lencana Bhayangkara Nararya, dan berbagai penghargaan lainnya hingga Bintang Yudha Dharma Pratama yang mencerminkan dedikasinya dalam pengabdian kepada negara dan masyarakat.

Sementara itu, selama menjabat sebagai Wakapolri, Agus Andrianto sudah banyak berkontribusi untuk tanah kelahirannya, Blora.

Bupati Blora merasa bangga dengan Pol Agus Andrianto yang menajdi salah satu Menteri di Kabinet Merah Putih Prabowo-Gibran.

Lantaran ini kali pertama dan bersejarah bagi Blora.

"Kami turut bangga ada putra terbaik Blora menjadi salah satu menteri kabinet Presiden terpilih," paparnya.

Menurutnya, Agus Andrianto sangat mencintai kampung halaman Blora.

Hal itu terbukti dari serangkaian hal positif yang disumbangkan untuk Blora.

"Beliau yang punya ide dan mengawal pembangunan RS Bhayangkara di Blora," katanya.

Selain rumah sakit, Agus Andrianto juga berkontribusi dalam pembangunan rumah susun Polri di Blora, program air bersih, progam sembako dan lainnya.

"Kami berterimakasih atas jasa-jasa beliau. Dan kami mengapresiasi beliau," katanya. (aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kantor imigrasi bandara soekarno hatta #agus andrianto #Pungli Imigrasi Soetta #Pejabat Imigrasi Dicopot #pemerasan