Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Sosok Pebalap Asal Muntilan Magelang Hokky Krisdianto di Mata Putranya, Julian Krisdiandra: Hokky Ayah yang Baik dan Kuat

H. Arif Riyanto • Selasa, 19 November 2024 | 03:20 WIB
Almarhum pembalap nasional  asal Muntilan, Magelang Hokky Krisdianto bersama anak dan istrinya semasa masih hidup.
Almarhum pembalap nasional asal Muntilan, Magelang Hokky Krisdianto bersama anak dan istrinya semasa masih hidup.

RADARMAGELANG.ID—Dunia balap motor Indonesia berduka.

Ini setelah mantan pebalap nasional Hokky Krisdianto meninggal dunia pada usia 44 tahun akibat kecelakaan, Senin (18/11/2024) sekitar pukul 08.30 WIB.

Hokky Krisdianto meninggal setelah bertabrakan dengan pengendara motor lain di Jalan Raya Banyuglugur, Situbondo KM 148+800 ke arah Surabaya.

Hokky Krisidianto merupakan pembalap motor nasional era 2000-an  yang kini menjadi pemilik tim balap, Racing Comitte, dan berbagai hal yang berkaitan dengan balap.

Hokky Krisdianto lahir di Muntilan, Kabupaten Magelang 15 November 1980 atau saat ini berusia 44 tahun.

Hokky yang akrab disapa Hoks Fiftyseven ini dikenal dengan nomor start 57 semasa aktif balapan.

Setelah pensiun balap, Hokky Krisdianto mencoba untuk mendirikan sebuah tim balap.

Mulai musim 2018, tim Honda Duck 57 Racing Team yang didirikannya mulai menunjukan eksistensinya.

Pembalap nasional Hokky Krisdianto semasa masih hidup.
Pembalap nasional Hokky Krisdianto semasa masih hidup.

Ia adalah pebalap senior yang cukup ternama di era 2000-an awal dan kini menjalani karier sebagai manajer tim dan juga mentor. 

Terakhir kali ia membina tim bikinannya sendiri, DUCK Speed Racing Team dan juga menjadi rekanan bagi tim asal Sulawesi, RMS Duck Speed. 

Sebelum meninggal akibat kecelakaan, postingan terakhir Hokky Krisdianto jadi sorotan.

Lewat Instagram miliknya, Hokky rupanya baru merayakan ulang tahunnya.

Melalui unggahannya, rekan-rekan Hokky Krisdianto sempat mengucapkan selamat ulang tahun untuk almarhum.

Bahkan, Hokky sempat menyaksikan kualifikasi final LFN HP969 Road Race Championship 2024 yang berlangsung dilintasan Gelora Bung Tomo, Surabaya pada Sabtu, 16 November 2024.

Ia menyebut bahwa kegiatan itu menjadi balapan motor terakhirnya di penghujung tahun 2024.

Tak disangka, ucapannya itu sekaligus menjadi balapan motor terakhir di hidupnya sebelum tewas kecelakaan.

"Last race, last war (terakhir balapan, terakhir perang)," tulisnya.

Sementara sang anak, Julian Krisdiandra, tampak pilu ditinggal sang ayah untuk selama-lamanya.

Ia meminta maaf tidak bisa berada di dekat Hokky saat terakhirnya.

"Postingan terakhirnya, aku sangat minta maaf tidak berada di dekatmu di waktu itu," tulis pilu putra Hokky.

Lewat Instagram miliknya, Julian mengungkapkan kesedihan dan kenangan bersama sang ayah.

 Julian mengaku sangat bersyukur memiliki ayah seperti mantan pembalap nasional ini.

Ia juga mengungkapkan sosok Hokky, ayah yang baik dan kuat.

"Losing you pa, has left a hole in my heart that I don't know ho to fill. But even in the sadness, i fell so thankful to have had you as my father. You were such an amazing dad, always kind, strong, and full of love for me. You taught me so much about life, kindness, and how to be a good person. I'm so grateful for every moment we shared, and i will always treasure the memories of your laughter, your advice, and your presence

(Kehilanganmu pa, telah meninggalkan lubang di hatiku yang aku tak tahu bagaimana cara mengisinya. Tapi meski dalam kesedihan, aku merasa sangat bersyukur memilikimu sebagai ayahku. Kamu adalah ayah yang luar biasa, selalu baik hati, kuat, dan penuh cinta untukku. Anda mengajari saya banyak hal tentang kehidupan, kebaikan, dan bagaimana menjadi orang baik. Aku sangat bersyukur untuk setiap momen yang kita lewati, dan aku akan selalu menghargai kenangan tawamu, nasihatmu, dan kehadiranmu)," tulisnya.

Lebih lanjut, Julian mengenang kesehariannya bersama sang ayah semasa hidup.

"I keep wishing i could have had more time with you. I Wish i could see you again, just once to tell you how much I love you and how much you mean to me. Maybe we could have one more cup of coffe together, like we used to, and talk about life of just sit quietly, enjoying the moment. Thank you for everthing, papa for your love, your care, and for being there for me. You willu always be in my heart, and i will always be pround to call you my dad. I love you pa.

(Aku terus berharap aku bisa memiliki lebih banyak waktu bersamamu. Kuharap aku bisa bertemu denganmu lagi, sekali saja untuk memberitahumu betapa aku mencintaimu dan betapa kamu sangat berarti bagiku. Mungkin kita bisa minum secangkir kopi lagi bersama-sama, seperti dulu, dan berbincang tentang kehidupan sambil duduk tenang, menikmati momen. Terima kasih untuk segalanya, papa atas cintamu, perhatianmu, dan karena selalu ada untukku. Kamu akan selalu ada di hatiku, dan aku akan selalu bangga memanggilmu ayahku. aku cinta kamu pa,)," tutupnya.

Kecelakaan yang menewaskan Hokky Krisdianto tersebut melibatkan dua unit motor yang adu kambing, antara Honda Verza berpelat nomor P 4882 FM dan Yamaha XMAX AB 5670 NX.

Almarhum Hokky Krisdianto diketeahui mengendarai Yamaha XMAX.

Kecelakaan berawal kala itu pembalap yang identik dengan nomor 57 itu sedang mengendarai Yamaha XMAX di jalan raya Banyuglugur. 

Sementara, Honda Verza melaju dari arah timur menuju ke arah barat, di TKP (Tempat Kejadian Perkara) kondisi jalan menikung kekanan.
Tiba-tiba dari arah berlawanan melaju Yamaha XMAX yang melewati garis marka.

Karena jarak begitu dekat dan tidak bisa menghindar, sehingga terjadilah laka lantas.

Akibat kecelakaan tersebut, pemotor Honda Verza bernama Fatdlilah, 28, mengalami luka-luka.

Fatdlilah mengalami luka pada kaki kanan, tangan kanan dan punggung tangan kiri.

Sementara Hokky Krisdianto mantan juara nasional Indoprix tahun 2008 ini lebih parah.

Almarhum mengalami luka robek lutut kaki kanan, luka kaki kanan, luka robek di bawah bibir bagian kiri, luka robek di bawah dagu kiri, luka pipi kiri, hematome mata kiri, nyeri dada kanan, luka dada kanan dan punggung kanan.

Akibat kecelakaan yang menewaskan Hokky Krisdianto tersebut, baik Honda Verza maupun Yamaha XMAX mengalami beberapa kerusakan.

Di antaranya motor Honda Verza pelat nomor P 4882 FM mengalami kerusakan kaca spion kanan dan kiri pecah, selebor depan pecah, footstep depan sebelah kiri patah, tutup kanal pot penyok.

Taksiran kerugian mencapai Rp 500 ribu.

Motor Yamaha XMAX pelat nomor AB 5670 NX, mengalami kerusakan lampu dan bodi depan pecah, dek depan kanan hancur, footstep belakang sebelah kanan patah, dan tutup knalpot pecah. (*)

 

 

 

 

Editor : H. Arif Riyanto
#pembalap nasional #magelang #Hokky berpulang #Muntilan #yamaha xmax #situbondo #Hokky kristianto kecelakaan di situbondo #Hokky Krisdianto #Jawa Timur #Hokky Krisdianto meninggal