Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Asyiknya Nongkrong di Limanjawi Cafe & Art House: Perpaduan Seni, Alam, dan Kuliner Otentik Jepang di Magelang

Magang Radar Magelang • Sabtu, 16 November 2024 | 20:45 WIB

Limanjawi Cafe & Art House di Dusun Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Limanjawi Cafe & Art House di Dusun Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Limanjawi Cafe & Art House menyuguhkan suasana berbeda dengan kafe lain. Kafe ini bernuansa Jepang dengan galeri seni di tengah hamparan sawah hijau dan indahnya pemandangan perbukitan Menoreh, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Limanjawi Cafe & Art House berlokasi di Dusun Tingal Kulon, Desa Wanurejo, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Tak jauh dari  Candi Borobudur. 

Didirikan pada 2021 oleh Utami Atasia Ishii atau yang kerap disapa Tami.

Kafe berkonsep Jepang ini dipadukan dengan galeri seni yang didirikan sejak 2012.

Adapun menu-menunya otentik Jepang dengan resep dari keluarga Tami, yang memiliki darah Jepang.

"Ibu asli Jepang. Makanya menu-menu di sini otentik dan original resepnya," ujar Tami ketika ditemui di kafenya, Jumat (15/11/2024).

Utami Atasia Ishii, owner Limanjawi Cafe
Utami Atasia Ishii, owner Limanjawi Cafe

Menu best seller adalah takoyaki gurita, kameyaki (martabak mini ala jepang), gyudon, dan niku udon.

Begitu tiba di parkiran, pengunjung disambut kicauan burung dan semilir angin dari pohon-pohon rindang.

Area kafe yang dikelilingi sawah dan view perbukitan Menoreh memberikan nuansa sejuk dan tenang. Sehingga cocok untuk melepas penat.

Tak hanya itu, ornamen khas Jepang yang menghiasi sudut kafe membuat tempat ini semakin menarik untuk diabadikan.

Sore hari di Limanjawi Cafe dengan view perbukitan Menoreh, Magelang.
Sore hari di Limanjawi Cafe dengan view perbukitan Menoreh, Magelang.

Lukisan-lukisan berjejer di sudut ruang kafe, memberikan kesan Instagramable dan artistik.

Rata-rata pengunjung adalah anak muda dan keluarga. Banyak juga yang berasal dari luar kota Magelang dan luar negeri.

“Banyak tamu dari luar negeri yang tahu tempat ini lewat Google Maps atau saat sedang jalan-jalan lewat depan rumah.

Mereka datang saat musim dingin di negaranya dan mencari tempat santai dengan suasana hangat,” kata Tami.

Nama Limanjawi sendiri terinspirasi dari relief Borobudur tentang gajah yang berkorban demi manusia.

Filosofi itu menjadi landasan utama orang tua Tami saat mendirikan galeri.

Wartawan koran ini melihat-lihat lukisan di galeri Limanjawi.
Wartawan koran ini melihat-lihat lukisan di galeri Limanjawi.

Galeri seni yang utama terletak di samping kiri dapur kafe. Pengunjung cukup membayar Rp 10.000 untuk bisa menikmati karya seni di sana.

Galeri ini menampilkan lebih dari 20 lukisan dan patung. Lukisan tersebut juga bisa dibeli.

Karya-karya tersebut bukan koleksi pribadi melainkan karya seniman-seniman yang telah mengadakan pameran di sana.

"Karya-karya itu bukan koleksi pribadi. Jadi setiap tiga bulan sekali kita ngadain pameran official.

Karya-karya yang dipajang itu sisa-sisa dari pameran yang lama. Milik seniman yang ingin dipajang di sini," jelas Tami.

Limanjawi memiliki maskot gajah. Gajah milik Taman Wisata Candi Borobudur bernama sheila hadir membuka pameran dengan berjalan dari Candi Borobudur menuju ke galeri.

"Dulu pernah ada gajah dari Taman Wisata Candi borobudur ke sini buat buka pameran.

Gajahnya jalan dari Candi Borobudur sampai ke sini. Namanya sheila, dia bisa ngelukis. Jadi si sheila buka sendiri pintu pameran itu," kata Tami sembari tersenyum.

Tami bercerita maskot gajah di logo Limanjawi merupakan bayangan dari sheila.

Menu khas Jepang dari resep keluarga yang otentik.
Menu khas Jepang dari resep keluarga yang otentik.

Bagi Anda yang ingin berkunjung ke sini, jam operasional galeri buka setiap hari mulai pukul 09.00 - 20.00.

Sedangkan kafe buka setiap hari Selasa hingga Minggu dari pukul 12.00 - 19.00. (rosalia salma azzahra/laili febrianti/lis)

Editor : Lis Retno Wibowo
#magelang #Perbukitan Menoreh #candi borobudur #jepang #galeri #lukisan #Kabupaten Magelang #limanjawi art house