RADARMAGELANG.ID, Banyuwangi – Siswi kelas 1 salah satu Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi, Jawa Timur ditemukan tewas di kebun sengon tidak jauh dari rumahnya, Rabu (13/11/2024).
Saat ditemukan, korban berinisial DC, 7, itu, diduga menjadi korban rudapaksa alias perkosaan.
Sebab, saat ditemukan dengan kondisi separo telanjang.
Saat ini, pelaku masih diburu oleh anggota Polsek Kalibaru dan Polresta Banyuwangi.
“Kejadiannya saat korban pulang sekolah,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi kejadian, Abdul Azis, 53.
Menurut Azis, jenazah korban kali pertama ditemukan oleh ibu kandungnya, SA, 35, yang kini sedang hamil tua.
Baca Juga: Bocah Temanggung Dirudapaksa 6 Kali Setiap Jumat di Kolam Renang, Pelaku Adalah Ayah Pacarnya
“Anak ini biasanya dijemput oleh ibunya, tapi karena ibunya sedang hamil mungkin capek atau bagaimana, tadi tidak dijemput,” ujarnya.
Biasanya korban pulang sekolah dengan naik sepeda kayuh sampai rumah sekitar pukul 10.15.
Karena hingga siang tidak pulang, ibu korban menghubungi pihak sekolah.
”Ibunya sempat bingung, anaknya kok belum pulang,” kata Azis saat berada di rumah duka.
SA, wali kelas, dan kepala sekolah, kemudian menyusuri jalan yang biasa dilewati korban saat pulang sekolah.
Jalan itu sebenarnya jarang dilewati orang asing.
”Saat menyusuri jalan itu, korban ditemukan sudah tergeletak di tengah kebun, masih pakai baju seragam, tapi tidak pakai celana,” ujarnya.
Korban yang ditemukan dengan kondisi tragis itu, langsung digendong oleh kepala sekolahnya Heru Prayito, 42, ke Klinik NU di Kalibaru.
”Baju Pak Kepala MI sampai penuh darah, ternyata sudah meninggal dan dibawa ke RSUD Genteng,” tuturnya.
Kasat Reskrim Polresta Banyuwangi Kompol Andrew Vega bersama anggotanya langsung turun ke lokasi.
Pihaknya telah melakukan identifikasi di tempat kejadian perkara (TKP).
”Kemungkinan ada paksaan (rudapaksa) karena di sekitar lokasi ditemukan ceceran kancing baju korban,” katanya.
Selain kancing baju, ada bercak darah di bagian hidung dan kepala belakang korban.
Diduga korban mengalami gegar otak akibat benturan benda tumpul.
”Saat ini, korban dibawa ke RSUD Genteng untuk diperiksa lebih lanjut,” tuturnya kepada wartawan.
Dalam identifikasi itu juga ditemukan sejumlah barang milik DC, seperti sepatu, tas, dan sepeda kayuh yang dinaiki korban.
”Sepeda korban ditemukan sekitar 20 meter dari lokasi korban,” terangnya.
Ditanya soal sejumlah perhiasan korban yang raib, Vega juga membenarkan. Dia menyebut kalung dan gelang emas yang dikenakan korban tidak ditemukan.
”Informasinya korban mengenakan perhiasan dan sampai sekarang belum ditemukan,” katanya.
Nenek korban, S, 65, mengungkapkan bahwa keluarganya masih terpukul akibat kejadian itu.
Pihaknya berharap kepolisian bisa segera menangkap pelaku.
”Kalau tertangkap dihukum mati saja,” tuntutnya menggunakan logat Madura. (sas/abi/c1/aro)
Editor : H. Arif Riyanto