RADARMAGELANG.ID, Mungkid - Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) An-Nuur yang berlokasi di Sawitan, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang kini ramai pengunjung.
Masjid An-Nuur merupakan masjid agung Jawa Tengah kedua setelah Semarang dan sudah diresmikan pemanfaatannya oleh Penjabat Gubernur Jawa Tengah Nana Sudjana pada 26 Oktober 2024 lalu.
Rencananya masjid ini akan diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto.
MAJT An-Nuur kini menjadi destinasi baru di Kabupaten Magelang. Banyak wisatawan yang datang meskipun belum diresmikan presiden.
Pengunjung didominasi oleh warga Magelang yang penasaran dengan kemegahannya.
Namun ada juga pengunjung dari luar daerah yang transit usai berwisata di Borobudur.
Salah satu pengunjung asli Magelang, Faisal Halimi mengungkapkan kebanggaannya terhadap masjid An-Nuur.
“Sebagai warga Magelang ya pastinya bangga lah melihat Masjid Agung Jawa Tengah dibangun di Magelang tak hanya ada di Semarang saja. Suasana beribadah di dalam juga nyaman dan fasilitas sudah cukup memadai,” ujar pria asal Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang tersebut.
Masjid An-Nuur dibangun di kawasan Borobudur untuk meningkatkan moderasi beragama di wilayah tersebut.
Seperti diketahui, bahwa beberapa tempat ibadah yang megah sudah ada di kompleks Borobudur. Seperti Candi Borobudur, dan Bukit Rhema yang sekaligus menjadi tempat wisata.
Harapannya, masjid An-Nuur selain dijadikan sebagai tempat ibadah, juga dapat digunakan untuk berwisata layaknya Candi Borobudur dan Bukit Rhema.
Dari segi bangunan Masjid An-Nuur terdiri dari 2 lantai dengan 1 menara di depan masjid.
Menara ini memiliki 7 lantai dan di puncaknya kita dapat melihat pemandangan khas kawasan wisata Candi Borobudur.
Lantai pertama terdapat kamar mandi dan tempat wudhu baik laki-laki maupun perempuan.
Juga terdapat emergency room yang dapat digunakan untuk perawatan ringan apabila pengunjung masjid ada yang cedera.
Untuk tempat wudhunya sangat bersih dan terdapat ratusan kran sehingga pengunjung tak perlu antre untuk berwudhu.
Menuju lantai dua, kita harus menaiki beberapa anak tangga.
Sampai di ruang masjid utama, kita akan disuguhkan dengan ornamen-ornamen kaligrafi di sepanjang dinding masjid dan ukiran-ukiran Jawa.
Pada bagian depan, terdapat kaligrafi yang menunjukkan surat Ar-Rahman berbentuk segitiga yang membuat mimbar terasa megah.
Tak cukup sampai situ, bagian langit-langit dinding dilengkapi dengan kalimat asmaul husna.
Ada yang unik dari bagian dalam masjid, yaitu tidak adanya pendingin udara.
Pendingin udara yang atau ac memang sengaja tidak digunakan dalam konstruksi bangunan ini karena mengusung konsep keberlanjutan untuk mengurangi pemanasan global.
Meskipun tidak ada ac, tetapi kondisi sirkulasi dirancang dengan sangat baik, terdapat banyak dinding terbuka yang membuat dalam masjid terasa sejuk.
Faisal Halim mengatakan pada siang hari, lantai di bagian lahan terbuka masjid, sangat panas.
"Kalau di Semarang kan ada semacam payung yang besar, mungkin ke depannya MAJT An-Nuur dapat ditambah fasilitas tersebut,"harapnya. (mg26/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo