RADARMAGELANG.ID— Pengajian rutinan Majelis Sabilu Taubah di Desa Karanggayam, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar mendapat sorotan dari Panwaslu Kecamatan Srengat.
Panwaslu langsung mengirim surat kepada Gus Iqdam, pengasuh Majelis Sabilu Taubah.
Gus Iqdam pun membeberkan kronologi pemberian surat imbauan dari Panwaslu Kecamatan Srengat tersebut.
Gus Idham mengaku kaget dan mempertanyakan terkait surat imbauan tersebut.
“Isinya panitia kegiatan pengajian Gus Iqdam, gae kesalahan opo aku ini, ngewangi opo (buat kesalahan apa saya, membantu apa saya),” ujar Gus Iqdam dalam akun YouTube Sabilu Taubah Official, Senin (4/10/2024).
Gus Iqdam mengaku, jika surat dari Panwaslu Kecamatan Srengat mengimbau pengajiannya untuk memastikan dalam acera tersebut tidak melakukan kampanye Pemilihan Gubernur, Bupati, Wali Kota tahun 2024.
“Berarti tidak boleh kampanye, saya ini bertahun-tahun membangun pengajian, kok pakai surat. Dolan (mampir) ke sini tidak apa-apa,” ungkapnya.
Gus Iqdam menjelaskan, selama ini dari pagi hingga malam ini mengurus umat, menata UMKM.
Sontak dengan pengakuan mengejutkan itu, para pengikut Gus Iqdam ini memberikan komentar beragam.
"Gus Iqdam pegel...tapi dg kejadian surat tadi kami yg bukan warga Blitar jadi tahu dan faham. Bahwa pemerintahan sebelumnya ternyata tdk pro rakyat... kurang peduli dg warga Blitar dan banyak .... nya.. semoga ke depan nya bisa berubah dana menemukan pemimpin yg amah dan pro rakyat.... semog Gus Iqdam sehat selalu dan tetap istiqomah dalam membimbing umat," terang akun @KuplukHitam.
Terpisah, Bawaslu Kabupaten Blitar menanggapi viralnya pengajian Gus Iqdam yang diperingatkan Panwascam Srengat, Senin (5/11) malam.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Kabupaten Blitar Jaka Wandira menyampaikan, bahwa surat imbauan disampaikan karena adanya pemberitahuan kampanye salah satu paslon gubernur Jawa Timur.
"Maka dari itu, kami mengimbau tuan rumah untuk tidak menjadikan pengajian ini sebagai bagian dari kampanye. Apalagi kegiatan ini memang sering dihadiri tokoh-tokoh penting, namun kami ingatkan agar tidak digunakan sebagai sarana politik. Sebab, Gus Iqdam bukan tim kampanye," jelas Jaka, Selasa (5/10/2024).
Dia mengaku, sudah sering mengimbau pengajian Gus Iqdam karena sejak pemilu hingga pilkada banyak tokoh-tokoh politik ke sana.
Imbauan ini akan terus dilakukan seiring pasangan calon (paslon) berkunjung ke ke majelis. (*)
Editor : H. Arif Riyanto