RADARMAGELANG.ID - Presiden Prabowo Subianto menunjuk politisi senior Partai Golkar, Nusron Wahid sebagai Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN).
Lahir di Kudus pada 12 Oktober 1971, Nusron memiliki perjalanan karier yang panjang di dunia politik, organisasi, dan bisnis.
Ia menempuh pendidikan dasarnya di MI Miftahutthalibin Mejobo, Kudus, kemudian melanjutkan ke MTS Qutsiyyah Kauman Menara Kudus dan SMA Islam Al Ma’ruf Kudus.
Pendidikan tingginya diraih di Universitas Indonesia, di mana ia memperoleh gelar Sarjana Sastra, sebelum melanjutkan studi S2 di bidang Ekonomi di Institut Pertanian Bogor.
Nusron Wahid memulai karier politiknya sebagai anggota DPR RI dari Partai Golkar pada tahun 2004.
Ia berhasil duduk di parlemen selama lima periode berturut-turut.
Nusron berperan di Komisi VI DPR RI yang membidangi sektor perdagangan, industri, investasi, UKM, dan BUMN.
Selain di parlemen, Nusron pernah menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) periode 2014-2019.
Tak hanya di dunia politik, Nusron juga memiliki peran penting dalam organisasi kepemudaan.
Pada tahun 2011, Nusron Wahid terpilih sebagai Ketua Umum Gerakan Pemuda (GP) Ansor, organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama (NU).
Selain aktif di dunia politik dan organisasi, Nusron memiliki pengalaman yang luas di dunia bisnis.
Ia pernah menjadi komisaris di beberapa perusahaan, termasuk PT CBN dan PT Palima Timada.
Sebelum terjun sepenuhnya ke dunia politik, Nusron pernah berkarier sebagai wartawan Bisnis Indonesia (1995-1999) dan menjadi pengajar di Universitas Indonesia.
Ia juga aktif sebagai peneliti di berbagai lembaga, termasuk Lembaga Pratama Pembangunan VI.(mg20/aro)
Editor : H. Arif Riyanto