Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Cinta atau Kesendirian? Studi Menunjukkan Remaja Tanpa Pacar Memiliki Tingkat Depresi yang Lebih Rendah

Magang Radar Magelang • Kamis, 10 Oktober 2024 | 19:11 WIB

Ilustrasi orang yang tengah overthinking sebab pacaran.
Ilustrasi orang yang tengah overthinking sebab pacaran.

RADARMAGELANG.ID - Saat ini hubungan romantis dengan pasangan sering dianggap sebagai tolak ukur kebahagiaan.

Namun terdapat studi menarik yang mengungkapkan fakta yang mengejutkan tentang remaja yang tidak memiliki pacar ternyata memiliki tingkat depresi yang jauh kebug rendah dibandingan dengan mereka yang terlibat hubungan romantis. 

Siapa sangka?

Jika menjadi jomblo di usia remaja ternyata menguntungkan?

Beberapa studi salah satunya studi oleh American Psychological Association (APA) (2019) yang mensurvei lebih dari 1000 remaja berusia 13-19 tahun dan menemukan bahwa 35% dari mereka yang menjalin hubungan merasa tertekan dibandingkan dengan 22% dari yang tidak menjalin hubungan.

Bahkan pada tahun 2015, penelitian yang dilakukan oleh Universitas Queensland yang meng survei lebih dari 3.000 remaja 14-17 tahun mengatakan bahwa mereka yang tidak menjalin hubungan melaporkan tingkat harga diri dan kepuasan hidup yang lebih tinggi. 

Tak hanya itu, riset yang dilakukan University of Georgia yang rilis di The Journal of School Health dan mengsurvei 594 pelajar kelas SMA dan menemukan bahwa remaja tanpa pasangan romantis memiliki tingkat depresi yang lebih rendah dan ketrampilan sosial dan kepemimpinan yang lebih baik. 

Penelitian ini tidak menyatakan secara gamblang bahwa berada dalam hubungan romantis dan terikat dengan pasangan merupakan penyebab depresi, akan tetapi menekankan bahwa tekanan dan stress yang terkait hubungan romantis dapat menyebabkan tingginya angka depresi di kalangan remaja. 

Ini terjadi karena remana yang tidak memiliki pacar memilih fokus pada diri sendiri serta membangun relasi kuat dengan teman-teman serta terhindar dari masalah yang biasanya ada pada orang yang berpacaran, contohnya terlalu khawatir jika pacar selingkuh, pergi dengan orang lain tanpa sepengetahuan dan izin, bahkan ketakutan-ketakutan yang terpendam dalam pikiran ketika pasangan tidak mengirimi kabar.

Hal-hal tersebut meningkatkan depresi kepada orang yang berpacaran, sehingga mereka yang tidak mengalami hal tersebut dapat menikmati tingkat kebahagiaan yang kebug tinggi dan tekanan emosional yang lebih rendah. 

Pada dasarnya, kebahagian sejati datang dari dalam diri, bukan hanya dari hubungan romantis. (mg25/aro)

Editor : H. Arif Riyanto
#Gen Z #kecemasan #mental health #studi #survei #pacar