RADARMAGELANG.ID - Jembatan yang menghubungkan Pulau Madura dan Pulau Jawa yaitu Jembatan Suramadu merupakan jembatan yang memiliki panjang sekitar 5 kilometer yang sudah melekat dengan Madura, bahkan sudah menjadi ikon di Jawa Timur.
Jembatan Suramadu merupakan satu-satunya jembatan yang melewati selat Madura.
Dengan warna merah menyala dan jembatan yang panjang, membuat siapapun tak akan melewatkan untuk menikmati perjalanan melewati jembatan ini.
Di tahun 2024 ini, Jembatan Suramadu telah berdiri selama 15 tahun sejak diresmikan pada tahun 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono silam.
Selama belasan tahun berdiri, Jembatan Suramadu telah menjadi saksi perhubungan berbagai kegiatan sosial budaya dan ekonomi.
Berikut ini 5 fakta tentang Jembatan Suramadu yang sangat banyak memberikan dampak positif ini, simak informasi berikut!
1. Arsitek Jembatan
Jembatan ini di desain oleh insinyur kenamaan Indonesia bernama Prof. Dr. Sedyatmo pada masa kepemimpinan Soekarno di tahun 1960-an.
Ide membangun Jembatan Suramadu sebenarnya sudah ada sejak lama.
Namun harus melalui berbagai uji terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan.
Prof. Dr. Sedyatmo merupakan insinyur penemu pondasi cakar ayam yang banyak digunakan dalam pembangunan di era sekarang.
Hal yang menjadi hambatan mengapa jembatan ini tidak segera dibangun adalah meninggalnya sang penggagas ide ini yaitu Prof. Dr. Sedyatmo dan krisis moneter tahun 1998 yang menimpa kala itu.
2. Proses Pembangunan
Proses pembangunan Jembatan Suramadu merupakan bangunan yang dirancang tahan korosi dan tahan gempa. J
embatan ini memiliki pondasi yang kuat dengan kedalaman tiang mencapai 40 meter. Jembatan ini dibangun dengan metode cable stayed karena dinilai lebih stabil dan memberikan kekuatan tambahan.
Dalam proses pembangunan Jembatan Suramadu melibatkan kurang lebih 3.500 pekerja.
Proses pembangunannya memakan waktu hingga 6 tahun dimulai pada 20 Agustus 2003 dan diresmikan pada 10 Juni 2009.
3. Asal-usul nama Suramadu
Suramadu merupakan singkatan dari Surabaya dan Madura.
Jembatan ini menghubungkan Pulau Jawa (tepatnya di Surabaya) dan Pulau Madura (tepatnya di Bangkalan).
Nama Suramadu merupakan akronim yang melekat dan kini telah menjadi ikon yang menarik untuk dikunjungi dan memiliki fungsi lain yaitu sebagai tempat rekreasi.
4. Kejadian viral di Jembatan Suramadu
Jembatan Suramadu tak luput dari tindakan-tindakan nyeleneh para penggunanya.
Kejadian-kejadian lucu hingga menegangkan pernah terjadi di Jembatan terpanjang di Indonesia ini.
Hal yang menghebohkan diantaranya ada emak-emak yang ngevlog di sunroof mobil, minibus yang tergulung di Jembatan hingga pemotor misterius yang tertangkap kamera sedang melaju kencang melewati jembatan tanpa berpegangan pada stang motor.
5. Berstatus non-tol pada tahun 2018
Pada tahun 2018, Jembatan Suramadu berstatus non-tol.
Hal ini melalui pertimbangan yang serius untuk memajukan perekonomian dan merangsang pertumbuhan kesejahteraan masyarakat melalui proses ekonomi yang cepat.
Peraturan ini ditandatangani langsung oleh Presiden Jokowi dan termuat dalam Perpres nomor 98 tahun 2018 tentang jembatan Surabaya-Madura.
Penandatanganan ini dilakukan pada 26 Oktober 2018.
Itulah 5 fakta mengenai Jembatan Suramadu yang ternyata memiliki banyak fungsi selain menghubungkan Pulau Jawa dengan Pulau Madura.
Jembatan ini memiliki fungsi yang penting untuk menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah pelosok Indonesia sekaligus menjadi penghubung kehidupan sosial budaya. (mg26/aro)
Editor : H. Arif Riyanto