Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Lifestyle Kecantikan Travel Piknik Makan Enak Viral Pojok Kampung Khazanah Artikel Ilmiah

4 Kabupaten di Jawa Tengah Ini Berpotensi Terdampak Gempa Dahsyat Megathrust, Waspada!!

H. Arif Riyanto • Kamis, 22 Agustus 2024 | 21:59 WIB
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa berkekuatan besar atau megathrust berisiko terjadi di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Jawa Tengah.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa berkekuatan besar atau megathrust berisiko terjadi di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Jawa Tengah.

RADARMAGELANG.ID – Warga Jawa Tengah perlu waspada.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi gempa berkekuatan besar atau megathrust berisiko terjadi di Indonesia, tak terkecuali Provinsi Jawa Tengah.

Gempa Megathrust merupakan jenis gempa bumi yang sangat besar dan kuat, biasanya terjadi di zona subduksi, di mana satu lempeng tektonik menyelam di bawah lempeng lainnya.

Ini adalah salah satu jenis gempa bumi paling merusak dan dapat menyebabkan tsunami besar.

Menurut BMKG, gempa megathrust bisa terjadi setelah melihat seismic gap di zona Megathrust Selat Sunda dan Megathrust Mentawai-Siberut.

Kepala Bidang (Kabid) Penanganan Kedaruratan Bencana BPBD Jawa Tengah Muhammad Chomsul menyebutkan, ada empat wilayah yang berpotensi terdampak gempa megathrust.

"(Risiko gempa megathrust) itu di Jateng ada 4 kabupaten, yaitu Purworejo, Wonogiri, Cilacap, dan Kebumen," ungkap Chomsul.
Dengan adanya prediksi tersebut, diharapkan masyarakat yang berada di empat wilayah itu untuk lebih mewaspadai resiko gempa megathrust.

Bahkan dari sumber lain menyebut, potensi gempa megathrust bisa mencapai 8,9 SR.

Munculnya prediksi ini bukan untuk menakut-nakuti masyarakat akan bahayanya gempa megathrust.

Namun mengingatkan dan membangun kesadaran mitigasi sejak dini.

Sehingga jika terjadi gempa megathrust dapat di waspadai oleh seluruh elemen masyarakat.

Nah, bagaimana dengan Kota Semarang?

Dari informasi yang dihimpun jika Kota Semarang tidak berpotensi terkena gempa megathrust.

Karena gempa megathrust hanya berada di wilayah Pantai Selatan.

Tapi harus diwaspadai juga jika Kota Semarang juga bisa terkena sesar Kendeng.

Ya, sesar Kendeng merupakan pergeseran utama terjadinya gempa secara horizontal.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Batang beberapa waktu lalu.

Beberapa sesar aktif banyak ditemukan di Pulau Jawa.

Tidak hanya itu sesar-sesar tersebut berpotensi untuk terjadinya bencana gempa bumi yang besar.  

Salah satu sesar aktif yang berada di Pantai Utara Jawa dikenal dengan nama Zona Sesar Kendeng.

Diaman sesar yang satu ini terbagi dalam enam segmen.

Sesar Kendeng sendiri merupakan zona sesar yang memanjang dari barat ke timur yang dimulai dari selatan Semarang hingga ke bagian barat Jawa Timur.  

Bahkan zona sesar tersebut melintang sejauh 300 kilometer.

Sesar Kendeng terbagi dalam enam segmen, di antaranya Segmen Demak, Segmen Purwodadi, Segmen Cepu, Segmen Blumbang, Segmen Surabaya, dan Segmen Waru. Dengan total panjang sekitar 152 kilometer.

Berdasarkan informasi dari Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia Tahun 2017, Sesar Kendeng terdiri atas kumpulan sesar-sesar naik dan lipatan-lipatan (blind faults) yang dapat diamati dari adanya anomali Bouger di daerah ini.

Penemuan sesar sarat tersebut di sepanjang Pantai Utara Jawa memiliki implikasi penting untuk mitigasi bencana terutama bencana gempa bumi.

Pasalnya Sesar Kendeng bisa memicu gempa bumi yang besar hingga berkekuatan magnitudo 7.

Pergerakan sesar tersebut akan memberikan dampak yang cukup parah bagi wilayah-wilayah lain yang berada di sekitar sesar.

Ditambah lagi dengan tingkat kepadatan penduduk dan bangunan tentunya akan menambah dampak kerusakan yang ada.

Beberapa penelitian juga sudah membuktikan bahwa Sesar Kendeng merupakan sesar yang masih aktif.

Seperti halnya penelitian yang dilakukan dosen Teknik Geofisika, Fakultas Teknik Sipil Lingkungan dan Kebumian, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Amien Widodo pada tahun 2019.

Di mana bukti pergeseran sesar naik Kendeng yang menyebabkan pergeseran lapisan tanah hingga dua meter.

Bukti geologi ini ditemukan di kawasan Wringinanom, Gresik.

Terpicunya gempa bumi besar akibat keberadaan Sesar Kendeng sudah mulai diperhitungkan oleh para ahli dan peneliti.

Selain menjadi media rambat gelombang gempa bumi dari sesar-sesar aktif lainnya di Jawa Tengah, Sesar Kendeng ini juga menjadi sumber gempa bumi itu sendiri.

Selain itu, Sesar Kendeng di bagian barat juga diidentifikasi menyambung kedalam sistem Sesar Semarang dan Sesar Baribis. (*/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kebumen #dampak gempa #Lempeng Tektonik #selat sunda #gempa megathrust #wonogiri #Mentawai Siberut #purworejo #cilacap