Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Di Mata Tetangga di Kota Tegal, dr Aulia Risma Dikenal Baik, Ulet, dan Suka Bersosialisasi, Mau Mundur dari PPDS Undip Harus Kembalikan Rp 500 Juta

Iskandar • Jumat, 16 Agustus 2024 | 23:32 WIB
Ucapan duka cita dari RSUD Kardinah Kota Tegal atas meninggalnya dr ARL di kamar kos di Jalan Lempongsari Raya, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (12/8/2024) malam.
Ucapan duka cita dari RSUD Kardinah Kota Tegal atas meninggalnya dr ARL di kamar kos di Jalan Lempongsari Raya, Lempongsari, Gajahmungkur, Kota Semarang, Senin (12/8/2024) malam.

RADARMAGELANG.ID, Tegal—Sosok dr Aulia Risma Lestari, 30, mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesi Fakultas Kedokteran Undip yang diduga bunuh diri di kamar kosnya di Jalan Lempongsari, Kelurahan Lempongsari, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang menarik untuk ditelisik.

Dokter muda berparas cantik yang menjadi PNS di RSUD Kardinah Kota Tegal ini dikenal sebagai sosok yang cerdas.

Jenazah Dokter Risma –sapaannya—memang telah dimakamkan di kampung halamannya, di TPU Panggung,  Kota Tegal.

Dugaan sementara, Risma bundir (bunuh diri) dengan menyuntikkan obat penenang ke tubuhnya sendiri.

Motif korban bundir diduga karena mengalami perundungan atau bullying dari seniornya.

Namun, hal ini telah dibantah oleh Rektor Undip Semarang, Prof Dr Suharnomo S.E, M.Si melalui keterangan resminya.

Bagaimana sosok dokter cantik Risma di mata tetangganya?

Abdul Rozak selaku ketua RT 02 RW IV,Kelurahan Mintarargen, Kecamatan Tegal Timur, Kota Tegal, mengatakan, korban merupakan anak dari pasutri Muhammad Fahruri dan Rusmiyatin.

Sehari-hari,  Risma bekerja sebagai dokter berstatus ASN  di RSUD Kardinah Kota Tegal

Rozak menuturkan, Risma merupakan anak pertama dari dua bersaudara.

“Adiknya perempuan juga,” kata Rozak.

Risma lahir dan besar di Kota Tegal.

Ia kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Semarang.

"Dia asli dari kampung ini, sejak kecil di sini," tutur Rozak.

Naryo, 40, tetangga korban mengatakan, almarhumah sosok yang baik di lingkungan.

"Di sini dikenal baik, anaknya suka bersosialisasi. Saya kaget dengar kabar itu," ungkap Naryo.

Terpisah, Plt Direktur RSUD Kardinah Kota Tegal, dr. Lenny Harlina Herdha Santi mengklaim sangat kehilangan dr Aulia Risma Lestari.

Bagi Lenny, sosok Risma pribadi yang baik dan menyenangkan.

Risma dikenal sosok yang ulet.

"Yang jelas kami sangat kehilangan. Kami juga menyampaikan bela sungkawa kepada pihak keluarga beliau," kata dr. Lenny kepada wartawan, Kamis 15 Agustus 2024.

Seperti diketahui, dr. Aulia Risma Lestari, merupakan mahasiswi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Jawa Tengah.

Lenny menyampaikan, dr Risma mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk program PPDS Anestesi di Fakultas Kedokteran Undip Semarang.

Risma bergabung di RSUD Kardinah Tegal sejak 2019.

“Anaknya santun, rajin, dan baik. Ia mendapatkan penugasan sekolah dokter spesialis anestesi. Sudah dijalani sekitar 2 tahun," beber  Lenny.

Lenny mengaku tidak mengetahui penyebab almarhumah meninggal dunia.

Namun diketahui pernah menjalani operasi akibat cidera tulang belakang.

Lenny menyampaikan, selama ini, informasi yang ia peroleh dari keluarga dan rekan kerjanya, almarhumah  baik baik saja.

Hanya saja, tutur Lenny, korban pernah mengalami cidera.

“Pada saat pelaksanaan PPDS ketika di ruang operasi, beliau melakukan aktivitas yang menyebabkan ada luka cidera di tulang belakang," kata Lenny.

Diduga, cidera yang dialami korban, membuat almarhumah merasa terbebani setiap beraktivitas. "Almarhumah sakit sudah cukup lama dan sudah dua kali operasi. Bahasa awamnya, sakit saraf kejepit," ungkap Lenny.

Korban juga dikenal sosok yang pintar.

Lulus dari FK Unissula dengan IPK 3.9.

Masuk di Unissula pada 2011 dan lulus pada 2014. Setelah itu menempuh pendidikan profesi dokter di kampus yang sama, Unissula, dan dinyatakan lulus pada 2015.

Kapolsek Gajahmungkur Semarang Kompol Agus Hartono membantah kabar dr Aulia Risma bundir.

Ia menyebut, Risma meninggal diduga karena menyuntikkan sendiri obat untuk membantu tidur. Hanya saja, di sisi lain, sebuah buku harian milik Risma ditemukan di kamar kosnya.

Risma mencurahkan isi hatinya di buku harian itu.  Buku harian itu memuat cerita tentang perbuatan seniornya di tempat praktik dr Risma.

Kabarnya, Risma sudah menceritakan kondisi itu kepada orangtuanya.

Risma pun berniat  untuk mengundurkan diri, karena sudah tidak kuat lagi.

Di sisi lain, dr Risma tidak bisa mundur, karena terikat beasiswa.

Risma harus membayar ganti rugi berupa uang Rp 500 juta, jika putuskan mundur dari pendidikan PPDS Anestasi FK Undip.

Rektor Undip  Prof Dr Suharnomo membantah bahwa dr Risma meninggal akibar perundungan seniornya.  Klaim Prof Suharnomo, Risma memiliki masalah kesehatan yang mempengaruhi proses belajarnya di Undip. (isk)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#PPDS Anestesi Undip #GAJAHMUNGKUR #Lempongsari #Fakultas Kedokteran Undip #Aulia Risma Lestari #bunuh diri #RSUD Kardinah Kota Tegal