RADARMAGELANG.ID, Jakarta—Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperingatkan pontensi gempa besar megathrust yang tinggal menunggu waktu mengguncang Indonesia.
Dalam rilisnya, BMKG menyebut ada kekhawatiran dari ilmuwan Indonesia terhadap Megathrust Selat Sunda (Banten) M 8.7 dan Megathrust Mentawai-Siberut (Sumatera Barat) M 8.9.
Lalu, bagaimana mitigasi yang baik untuk Masyarakat menghadapi gempa megathrust ini?
Gempa bumi adalah peristiwa berguncangnya bumi yang disebabkan oleh beberapa sebab.
Mulai dari tumbukan antar lempeng bumi, aktivitas sesar (patahan), aktivitas gunung api atau runtuhan bangunan.
Dalam kasus gempa bumi, istilah megathrust kerap muncul.
Banyak masyarakat yang memahami megathrust sebagai sesuatu yang mempunyai kekuatan sangat besar dan bisa menimbulkan tsunami.
Zona-zona Megathrust sudah ada sejak jutaan tahun lalu.
Di Indonesia ada beberapa zona megathrust yang berada di subduksi aktif, yakni:
- Subduksi Sunda mencakup Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, dan Sumba Subduksi Banda.
- Subduksi Lempeng Laut Maluku.
- Subduksi Sulawesi.
- Subduksi Lempeng Laut Filipina.
- Subduksi Utara Papua.
Meskipun megathrust digambarkan sebagai gempa yang besar hingga memicu tsunami, kita perlu untuk tetap mengerti mitigasi gempa seperti apa.
Ini berguna untuk persiapan-persiapan darurat.
Persiapan paling utama adalah perlu untuk menyiapkan tas darurat.
Dilansir dalam kanal BMKG, penting untuk memasukkan kotak P3K, senter atau lampu baterai, makanan suplemen, dan air. Jangan lupa untuk memisahkan surat-surat berharga agar dapat langsung diambil jika terjadi darurat.
Bagaimana ketika gempa sedang terjadi?
Ada beberapa pergerakan yang harus dilakukan sesuai dengan kondisi, antara lain:
1. Ketika di dalam mobil
Sebaiknya jauhi persimpangan, pinggirkan mobil di kiri bahu jalan dan berhentilah.
Ikuti instruksi dari petugas berwenang dengan memperhatikan lingkungan sekitar atau melalui alat komunikasi lainnya seperti radio atau gawai.
2. Ketika di dalam ruangan
Ketika di dalam ruangan, pastikan kamu berlindung di bawah meja untuk menghindari dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca.
Lindungi kepala dengan bantal atau helm, atau berdirilah di bawah pintu. Bila sudah terasa aman, segera lari ke luar ruangan.
Jika ada sesuatu yang menyala seperti kompor, segera matikan.
Jangan gunakan lift atau eskalator.
Sebaiknya menggunakan tangga saja.
Kemudian, jangan berdiri di dekat tiang, pohon atau sumber listrik atai gedung yang mungkin roboh.
Baca Juga: Gempa Megathrust Selat Sunda dan Mentawai-Siberut Diprediksi Tinggal Menunggu Waktu, Begini Penjelasan Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG
Selain hal di atas, perlunya pengetahuan umum mitigasi bencana gempa
Langkah-langkah mitigasi bencana gempa dibagi menjadi tiga, yakni pra bencana, saat bencana, dan pasca gempa.
Simak detailnya untuk informasi lebih lanjut.
Pra Bencana
- Selalu memantau informasi dari berbagai sumber
- Menyiapkan rencana untuk penyelamatan diri apabila gempa bumi akan terjadi
- Melakukan latihan yang bermanfaat dalam menghadapi reruntuhan saat gempa, seperti merunduk, perlindungan terhadap kepala, berpegangan ataupun bersembunyi di bawah meja.
- Belajar melakukan P3K (Pertolongan Pertama pada Kecelakaan)
- Menyiapkan alat pemadam kebakaran, alat keselamatan standar, dan persediaan obat-obatan.
- Membangun konstruksi rumah tahan terhadap guncangan gempa bumi dengan fondasi yang kuat
Saat Bencana:
- Berlindung di bawah meja untuk melindungi badan dan kepala dari benda-benda yang mungkin jatuh dan jendela kaca
- Tetap lindungi kepala dan segera menuju ke lapangan terbuka
- Hindari menggunakan lift dan eskalator, gunakan tangga darurat
- Jangan berdiri dekat tiang, pohon, sumber listrik, dan gedung yang mungkin bisa roboh
Pasca Bencana:
- Waspada terhadap gempa bumi susulan
- Berdirilah di tempat terbuka
- Jangan memasuki bangunan yang terkena gempa, kemungkinan masih terdapat reruntuhan
- Telepon atau mintalah pertolongan apabila terluka
- Apabila ingin mendirikan tenda keluarga di sekitar rumah, hindari potensi tertimpa bangunan
- Pastikan informasi dari sumber resmi dari BNPB, BMKG, ataupun BPBD
- Mengikuti informasi mengenai gempa, dan jangan terpancing isu hoax maupun meneruskannya ke orang lain.
- Jangan panik dan jangan lupa selalu berdoa untuk meminat perlindungan dan keselamatan
Itulah perlindungan awal atau mitigasi yang harus dilakukan oleh masyarakat dalam menghadapi risiko megathrust gempa.
Meskipun tidak tahu akan datang kapan, wajib untuk masyarakat mengetahui tentang mitigasi gempa ini. (*)
Editor : H. Arif Riyanto