RADARMAGELANG.ID, Kajen- Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan sedang melakukan uji coba teknik penyemprotan pestisida ke sawah dengan pesawat tanpa awak (drone).
Targetnya agar petani bisa mengurangi biaya produksi dalam memberantas hama.
Kepala DKPP Kabupaten Pekalongan Ari Laelani mengatakan, uji coba sudah dilakukan di sejumlah desa baru-baru ini.
Hasilnya cukup memuaskan.
Ia optimistis pemanfaatan drone untuk penyemprotan pestisida akan lebih efektif dan efisien dibanding teknik konvensional.
"Kami coba di sawah seluas satu hektare, dengan drone ini hanya butuh waktu sekitar 45 menit. Kalau biasanya petani butuh waktu hingga dua hari," ucapnya.
Selain memangkas waktu, imbuh Laelani, biaya penyemprotan pestisida dengan drone ini cukup hemat.
Per satu hektare, biaya sewa drone dengan operatornya hanya Rp 300 ribu.
"Tapi kalau lengkap dengan obatnya (pestisida) jadi Rp 600 ribu, disesuaikan dengan hama apa yang menyerang," jelasnya.
Kabid Ketahanan Pangan DKPP Kabupaten Pekalongan Teguh menambahkan, uji coba penggunaan drone ini untuk implementasi digital farming di Kota Santri.
"Harapan kami dengan kerja yang efektif dan efisien ini, produktivitas padi meningkat. Lebih luasnya lagi ya untuk menekan inflasi juga," katanya. (nra/ida)
Editor : H. Arif Riyanto