Berita Magelang Mungkid Temanggung Wonosobo Features Entertainment Olahraga Otomotif Kecantikan Khazanah Lifestyle Makan Enak Piknik Pojok Kampung Travel Viral Artikel Ilmiah

Cerita Mistis di Balik Tanggul Jebol dan Banjir Bandang Demak, Sebelum Perbaiki Tanggul Sungai Wulan Sembelih Seekor Wedus Kendit

Wahib Pribadi • Kamis, 21 Maret 2024 | 04:27 WIB
Penutupan tanggul Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak terus dikebut.
Penutupan tanggul Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak terus dikebut.

RADARMAGELANG.ID—Progres penutupan tanggul Sungai Wulan di Dukuh Norowito, Desa Ngemplik Wetan, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Demak terus dikebut.

Sekitar 100 personel TNI-Polri dikerahkan ke lokasi untuk membantu pekerja alat berat dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana Kementerian PUPR dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam upaya peninggian tanggul yang jebol kali kedua tersebut, Rabu (20/3/2024).

Sudah 15 pancang dipasang di lokasi tanggul. 

Selain ikhtiar lahir dengan alat berat, penutupan tanggul jebol juga diwarnai dengan ikhtiar batin.

Yakni, pelaksanaan doa selamatan di lokasi.

Dalam prosesi selamatan ini, seekor wedus kendit atau kambing  dengan warna bulu hitam dan putih di tengahnya itu dibuat "kurban" dalam penutupan tanggul.

Wedus kendit tersebut ditanam di tengah tanggul dengan harapan prosesi penutupan tanggul dapat berjalan dengan lancar tanpa ada gangguan secara gaib.

Sebelum ditanam di tanggul, wedus kendit terlebih dulu disembelih oleh seorang kiai dari Kudus sesuai syariat Islam. 

Wedus kendit tersebut diperlukan setelah sebelumnya viral di media sosial bahwa pengemudi alat berat bechoe yang bertugas menutup tanggul jebol sempat menemui kondisi yang janggal di lokasi.

Saat  alat berat meninggikan tanggul dan kondisi tanggul terasa sudah kuat, namun saat pengemudi turun, tanggul yang diinjaknya terasa ambles.

Kakinya pun dirasa seperti menginjak tubuh ular besar. 

Selain itu, pengemudi alat berat ini juga sempat ditemui sosok orang tua saat hujan deras di sela pengerjaan penutupan tanggul.

Pria sepuh misterius tersebut sempat memberi wejangan pengemudi eskavator tersebut.

Di antaranya, memberitahukan agar ada wedus kendit saat penutupan tanggul. 

Sosok itu juga memberitahukan bahwa di tanggul itu ada punden (makam tokoh desa).

Namun, selama ini warga setempat dianggap sudah tidak menghargai lagi dengan bersedekah bumi.

Ritual selamatan wedus kendit yang dilakukan di lokasi penutupan tanggul Sungai Wulan Demak yang jebol, Rabu (20/3/2024).
Ritual selamatan wedus kendit yang dilakukan di lokasi penutupan tanggul Sungai Wulan Demak yang jebol, Rabu (20/3/2024).

Sosok itu juga mengingatkan agar pengemudi eskavator itu segera meninggalkan lokasi karena tanggul akan jebol lagi.

Mendasarkan pengalaman itu, akhirnya penutupan tanggul dilaksanakan dengan penanaman wedus kendit di area tanggul beserta ubo rampe-nya.

Bupati Demak dr Eisti'anah mengatakan, ritual selamatan wedus kendit tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin dalam penutupan tanggul Sungai Wulan yang jebol.

"Sebetulnya, sisi mistis ini juga kita alami saat mau pasang mesin penyedot air di Desa Karangrejo terkait upaya pembuangan air yang membanjiri Kota Demak melalui Sungai Tuntang Kontrak. Beberapa kali mesin mati dan sulit ditarik ke lokasi. Bahkan, mesin juga kecebur ke saluran,"katanya.

Karena itu, kata bupati, kearifan lokal dengan adanya wedus kendit tersebut diharapkan bisa menguatkan dalam penutupan tanggul Sungai Wulan. 

Bupati menambahkan, selain menutup tanggul Sungai Wulan, Pemkab Demak juga mengerahkan puluhan pompa penyedot air.

Di antaranya, di Desa Karangrejo Wonosalam tersebut dan di Desa Singorejo, Kecamatan Demak Kota.

"Tapi, kendalanya ya itu tadi. Mesin pompa ngadat terus karena gangguan-gangguan di luar nalar atau faktor teknis non teknis itu,"ujarnya. 

Bupati mengatakan, ia terus memonitor pemompana air, sehingga diharapkan banjir cepat surut.

"Kita ada mesin alkon dari BNPB. Mobil pompa dan pompa kecil-kecil dari BPBD,"katanya.

Setelah dilakukan penyedotan air itu, banjir di Kota Demak debitnya turun 5 cm.

Air yang dipompa dibuang di Sungai Tuntang Kontrak dan tidak dibuang ke Sungai Kalijajar.

Sebab, kondisi Kalijajar penuh air.

"Kalau dibuang ke Kalijajar khawatirnya air kembali membanjiri kota karena posisinya rendah,"jelasnya.

Untuk mengurangi banjir di Kota Demak, juga dilakukan penutupan tanggul Sungai Lusi di Desa Bugel, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan, dan penutupan tanggul Sungai Lusi di Desa Merak, Kecamatan Dempet. (hib/aro)

 

Editor : H. Arif Riyanto
#kambing #banjir demak #banjir demak terkini #tanggul jebol #Bupati Demak dr Eisti’anah #sungai lusi #Sungai Wulan #bupati demak