RADARMAGELANG.ID, Magelang – Universitas Tidar (Untidar) Magelang bekerja sama dengan MGMP Bahasa Inggris SMP Kabupaten Magelang, menggelar program pengabdian kepada masyarakat. Berupa workshop praktik penyusunan modul ajar Bahasa Inggris pada kurikulum merdeka.
Kegiatan terbagi menjadi dua sesi virtual. Sesi pertama tanggal 29 Agustus 2023, fokus pada pendampingan penyusunan modul ajar Bahasa Inggris. Sesi kedua, tanggal 5 September 2023, membahas differentiated instruction (DI) dalam pengajaran Bahasa Inggris.
Dr. Farikah, ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat Untidar mengatakan, kegiatan ini untuk meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris pada kurikulum merdeka. Menghadirkan dosen Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sekaligus tim penyusun CP mata pelajaran Bahasa Inggris pada kurikulum merdeka, Dr. Murti Ayu Wjayanti.
Farikah menyampaikan, kurikulum merdeka merupakan inovasi maupun pembaharuan di bidang pendidikan yang saat ini terus digalakkan sekaligus diimplementasikan. Tidak hanya pada satuan atau jenjang pendidikan dasar saja tetapi juga sampai di tingkat menengah atas.
Meskipun demikian, untuk mengimplementasikan kurikulum merdeka di beberapa satuan pendidikan masih menemui beberapa kendala. “Upaya ini sekaligus untuk menjawab permasalahan yang ada terkait penyusunan modul ajar,” terangnya.
Ia menerangkan, differentiated instruction (DI) dalam pengajaran Bahasa Inggris merupakan pendekatan pengajaran yang memperhatikan perbedaan individual siswa dalam belajar dan mengajar.
Pada sesi kedua, narasumber menyampaikan pentingnya DI, tantangan yang dihadapi oleh guru dalam menerapkannya, serta strategi untuk mengimplementasikannya di kelas.
Antusiasme guru terhadap kegiatan ini sangat tinggi, dengan lebih dari 90 orang guru hadir dalam sesi virtual Zoom baik pada sesi pertama maupun sesi ke-2. Ia menyampaikan, agenda mendatang adalah tentang implementasi P5 di sekolah.
“Kolaborasi antara universitas dan sekolah ini menjadi langkah maju dalam mengembangkan pendidikan Bahasa Inggris yang lebih inklusif dan efektif di wilayah ini. Luaran akhir yang diharapkan dari kegiatan ini adalah tersusunnya modul ajar yang dikembangkan oleh guru-guru Bahasa Inggris SMP Kabupaten Magelang,” harapnya. (rfk/web/lis)